KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN BANGSRING BANYUWANGI

CHRISTIAN ERIC KURNIAWAN (2020) KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN BANGSRING BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19136-170341100068-PKL_Christian Eric Kurniawan_170341100068_2020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19136-170341100068-PKL_Christian Eric Kurniawan_170341100068_2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Perairan Bangsring adalah kawasan pantai yang terletak diantara Selat Bali dan Laut Jawa. Perairan Bangsring awalnya digunakan sebagai tempat penangkapan ikan hias dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, sehingga menyebabkan ekosistem karang dan biota yang hidup di Perairan Bangsring mulai punah. Perairan Bangsring memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Dampak yang diakibatkan oleh besarnya tekanan dari alat tangkap yang merusak lingkungan, semaikin hari pendapatan nelayan semakin menurun. Oleh karena itu, masyarakat mulai sadar pentingnya menjaga ekosistem dan menjadi nelayan yang baik (Budiman et al. 2017).
Terumbu karang adalah termasuk ekosistem yang memiliki keragaman biodiversitas terbesar di dunia. Terumbu karang juga rumah bagi ribuan tanaman dan hewan yang berbeda. Kawasan Pantai Bangsring adalah kawasan yang terletak tepat diantara Selat Bali dan Laut Jawa yang memiliki kondisi ekosistem terumbu karang dengan tutupan sebesar 38.33% pada bulan Januari tahun 2015. Ekosistem ini merupakan rumah bagi berbagai jenis biota laut yang beraneka ragam. Ekosistem terumbu karang juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar pantai Bangsring pada umumnya adalah nelayan ikan hias karena potensi yang dimilikinya kawasan Pantai Bangsring memiliki berbagai pola pemanfaatan yang memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat di sekitar nya (Asadi dan Andrimida 2017). Dampak dari rusak dan matinya terumbu karang menyebabkan ikan-ikan di Laut Bangsring kian hari semakin sulit di dapat oleh nelayan. Ikhwan Arief sampai suatu ketika yang baru pulang kampung seusai menimba ilmu di Universitas Islam Malang, Jawa Timur, mendapati bahwa ekosistem di Pantai Bangsring rusak. Melihat kondisi tersebut, Ikhwan Arief kemudian berinisiatif untuk memulai gerakan mengembalikan ekosistem Selat Bali di Desa Bangsring. Pantai Bangsring melakukan kegiatan rehabilitasi dengan tujuan untuk memperbaiki terumbu karang yang rusak dan menambah spesies ikan. Perairan setelah rehabilitasi berhasil terbentuklah Pantai Bangsring sebagai destinasi wisata (Budiman et al. 2017). Sehingga dapat dijadikan percontohan sebagai kawasan pesisir di Banyuwangi atau di lingkup nasional dengan potensi terumbu karang yang baik. Sehingga pemanfaatan ekosistem terumbu karang di Perairan Bangsring dapat dimanfaatkan secara multi sektoral tanpa memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan ekosistem dan kehidupan biota disekitarnya (Asadi dan Andrimida 2017).
Ikan karang merupakan kelompok hewan yang berasosiasi dengan terumbu karang. Ikan karang hidup menetap di area terumbu karang, sehingga apabila terumbu karang rusak maka ikan karang akan kehilangan habitatnya dan kelimpahan ikan karang akan menurun. Ikan karang hidup di relung ekologi yang sempit sehingga banyak spesies yang menghuni terumbu karang, menyebabkan ikan karang pada spesies terlokalisasi di area tertentu pada terumbu karang (Ilham 2007). Berangkat dari hal tersebut diatas, Praktik Kerja Lapang dilakukan untuk mengetahui keberadaan ikan karang pada ekosistem terumbu karang hasil rehabilitasi di Pantai Bangsring.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
CHRISTIAN ERIC KURNIAWAN
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords IKAN KARANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:09
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23256

Actions (login required)

View Item
View Item