TRUNOJOYO-KP-19131-170341100018-PKL_Aan Putri Nurjanah_170341100018 PDF.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri dari daratan dan lautan dimana Indonesia memiliki wilayah laut yang lebih luas dibanding wilayah daratannya. Luas laut Indonesia diperkirakan kurang lebih tiga perempat dari luas keseluruhan atau sekitar 5,9 juta 𝐾𝑚2, selain itu Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang terdiri dari kurang lebih 17.504 pulau. Indonesia terletak pada 6° LU sampai 11° LS dan 92°BB sampai 142° BT secara geografis yang dilalui oleh garis khatulistiwa serta memiliki garis pantai terpanjang peringkat 2 setelah Kanada (Lasabuda, 2013).
Luasnya wilayah laut Indonesia merupakan potensi dan peluang yang sangat besar baik secara ekonomi ataupun sosial. Potensi tersebut dapat berupa potensi perikanan, wisata serta potensi yang lainnya yang dapat dimanfaatkan secara langsung ataupun tidak langsung pada wilayah laut ataupun pesisir. Pada wilayah laut lepas dapat dijadikan sebagai jalur pelayaran atau transportasi, tambang minyak, sumber perikanan dan lain-lain sedangkan pada wilayah pesisir dapat dijadikan sebagai wisata baik berupa wisata pantai, mangrove atau wisata air lainnya. Potensi laut dan pesisir ini sangatlah banyak namun kurangnya pemanfaatan dan eksploitasi dengan baik (Lasabuda, 2013).
Potensi laut Indonesia tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhkan pelayaran, perikanan ataupun wisata namun juga berpotensi untuk menghasilkan garam. Garam sendiri sangat dibutuhkan baik dalam bidang industri ataupun pangan sehingga luas dan panjangnya garis pantai Indonesia dapat termanfaatkan dengan baik untuk memproduksi garam yang dapat memenuhi kebutuhan nasional. Produksi garam ini dapat didukung dengan kondisi cuaca ataupun iklim tropis, sehingga hal ini sangat sesuai dengan kondisi iklim Indonesia serta dengan metode dan media yang digunakan seperti tanah ataupun geomembrane. Namun, keadaan yang sebenarnya garam nasional Indonesia banyak yang tidak terpenuhi akibat produksi yang rendah dan kurangnya pemanfaatan lahan pada wilayah pesisir pantai. Rendahnya produksi garam juga dapat dipicu oleh musim penghujan yang tidak menentu oleh karena itu perlu adanya teknologi produksi garam didalam ruangan yaitu berupa Salt House, prisma, katup dan lainnya serta perlu adanya metode terbaru yang dapat digunakan dalam produksi garam seperti menggunakan geomembrane. Teknologi ini hanya ada dibeberapa wilayah di Indonesia (Assadad dan Bagus, 2011).
Wilayah produksi garam salah satunya yaitu Pulau Madura. Pulau Madura merupakan pulau yang terpisah dengan pulau Jawa dengan pemisahnya berupa selat madura. Pulau Madura adalah wilayah yang memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap stok garam nasional oleh karena itu pulau Mudara lebih dikenal sebagai pulau garam karena produksi garam pada pulau Madura yang cukup besar. Produksi garam pada pulau Madura paling besar yaitu pada Kabupaten Sumenep, yang kedua kabupaten Sampang dan kemudian kabupaten Pamekasan, namun untuk teknologi produksi garam dalam ruangan dan produksi garam pangan pada pulau Madura sampai saat ini hanya ada di kabupaten Sumenep dan Pamekasan. (Zainuri, 2016).
Produksi garam di pulau madura secara umum menggunakan metode tradisional namun sebagian masyarakat melakukan produks garam dengan menggunakan geomembrane. Penggunaan geomembrane dalam produksi garam termasuk dalam metode modern dimana hal ini dilakukan karena pemakaian geomembrane mampu mempercepat proses produksi garam dibandingkan dengan metode tradisional yang masih menggunakan media tanah. Garam yang dihasilkan pada produksi garam dengan menggunakan geomembran juga lebih bersih dan berwarna lebih putih karena tidak ada pengotor berupa tanah yang ikut didalamnya. Garam hasil dari produksi geomembrane sangat cocok digunakan untuk produksi garam konsumsi (Hoiriyah,2019).
Garam Konsumsi merupakan salah satu kebutuhan garam nasional yang cukup tinggi sehingga perlu adanya pembuatan garam konsumsi dibeberapa wilayah di Indonesia. Tambak garam CV. SP Kristal Bahari merupakan salah satu tambak garam yang bergerak dibidang pengolahan garam seperti pembuatan garam konsumsi. Tambak garam CV. SP Kristal Bahari juga memproduksi garam dengan metode modern yang menggunakan sistem ulir dengan media geomembrane yang bertujuan dapat melakukan produksi garam dengan waktu yang lebih singkat dan dengan hasil yang banyak, hal ini sangat cocok bagi mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di CV. SP Kristal Bahari karena banyak ilmu yang didapatkan serta dapat memproduksi garam konsumsi meskipun musim penghujan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AAN PUTRI NURJANAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GARAM KONSUMSI;MEDIA GEOMEMBRANE |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23247 |
