TRUNOJOYO-KP-19130-170341100014-LAPORAN PKL_RETNO IRMA WINDIANINGRUM_170341100014.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanajang nomor dua di dunia. Garam merupakan salah satu komoditas yang dimiliki oleh nasional. Luas tambak garam di Indonesia yang produktif mencapai 20.089 hektar. Produksi garam tersebar luas di Indonesia dan tambak garam terbesar yaitu terdapat di pulau Jawa dan Madura (Amami et.al 2016). Garam merupakan mineral yang memiliki bentuk berupa butiran atau serbuk yang berwarna putih kekuningan dan memiliki rasa asin. Garam dapat diperoleh dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber bahan utama (Jaya et.al 2016).
Petani di Indonesia umumnya masih menggunakan metode tradisional yaitu dengan cara mengalirkan air laut ke dalam meja penampungan. Metode tradisional di Indonesia umumnya menggunakan bantuan sinar matahari yang sering disebut dengan proses penguapan atau evaporasi. Metode baru perlu dikembangkan oleh petani di Indonesia agar hasil produksi garam yang dihasilkan lebih meningkat. Metode garam sistem katup dan metode garam sistem knock down merupakan prospek yang tepat karena dapat meningkatkan produksi kualitas garam yang lebih baik di Indonesia (Burhanuddin 2001). Petani di Indonesia memiliki kendala saat produksi garam, dikarenakan masih menggunakan metode tradisional. Produksi garam dengan menggunakan metode tradisional memiliki kendala tidak dapat memproduksi garam saat musim hujan. Pada saat ini, banyak petani garam yang membuat metode baru untuk produksi garam, salah satunya yaitu metode katup (buka tutup) dan metode knock down. Produksi garam sistem katup dan sistem knock down dapat diketahui melakukan produksi garam disepanjang musim karena dengan sistemnya yang tertutup. Produksi garam sistem katup dan sistem knock down dapat juga mempercepat proses penguapan atau evaporasi (Rabby et.al 2017). Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi adalah satu dari lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDM Kelautan dan Perikanan yang dimiliki KKP (Kementrian Kelautan Perikanan). Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi merupakan balai yang mulai memfokuskan pengembangan salah satu programnya yaitu untuk memproduksi garam dengan sistem katup dan knock down, dimana harapannya dapat menyediakan informasi dan solusi untuk produksi garam yang lebih berkualitas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RETNO IRMA WINDIANINGRUM |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KARAKTERISTIK FISIK;GARAM KATUP (BUKA TUTUP);GARAM KNOCK DOWN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23245 |
