TRUNOJOYO-KP-19129-170341100036-PKL_Suraini_170341100036_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan panjang pantai lebih dari 81.000 km, dengan jumlah pulau melebihi 17.508 dan memiliki ekosistem terumbu karang seluas ± 51.000 km2 (Suharsono 1998). Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang memiliki peranan penting sebagai sumber kehidupan biota laut. Terumbu karang selain memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat juga memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat pemijahan, asuhan biota laut, sumber plasma nuftah dan memiliki fungsi lain diantaranya yaitu sebagai tempat rekreasi, nilai konservasi, dan dapat melindungi pantai dari adanya ancaman abrasi (Arisandi et al. 2018).
Pantai Bangsring merupakan pantai yang terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat Desa Bangsring kebanyakan nelayan ikan hias sehingga sebagian besar hidupnya bergantung pada keberadaan ekosistem terumbu karang yang ada di kawasan tersebut. Pantai bangsring dijadikan sebagai tempat ekowisata bahari sejak bulan Agustus 2014 yang bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat pemerhati lingkungan, sehingga mampu menyelamatkan kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan (Erwanto dan Umi 2019).
Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiiki keanekaragaman hayati dengan nilai produktif yang paling tinggi di muka bumi. Ekosistem terumbu karang yang dikelola atau di lestarikan secara optimal mampu memproduksi ikan karang dengan baik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat (Lauretta et al. 2012). Bertambahnya kebutuhan masyarakat pada sumberdaya alam di laut akan mengancam tekanan ekologis ekosistem terumbu karang itu sendiri, karena hal tersebut akan mendorong masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan sumber daya alam yang setiap tahunnya meningkat sehingga akan mengancam keberlangsungan hidup biota disuatu ekosistem tersebut (Yuliani et al. 2016).
Salah satu upaya untuk menjaga keanekaragaman terumbu karang dilakukan melalui identifikasi. Terumbu karang diidentifikasi untuk menginformasikan bahwa terdapat beberapa jenis terumbu karang didaerah tersebut baik karang hidup atau karang mati, juga dapat mengetahui persebaran dari terumbu karang yang berada di Pantai Bangsring. Berangkat dari hal tersebut Praktik Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui jenis – jenis yang ada di Pantai Bangsring dengan menggunakan Metode Line Intercept Transect (LIT).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SURAINI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IDENTIFIKASI JENIS;KARANG KERAS |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23244 |
