TRUNOJOYO-KP-19128-170341100052-Laporan PKL_Alfi Nur Fajariyah Rohmatika_170341100052.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanjang serta kondisi pesisir yang cukup tenang. Ikan kakap hidup di perairan yang tenang, terlindung dari angin dan gelombang. Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan jenis ikan carnivora yang hidup bergerombol dalam jumlah yang cukup banyak. Ikan kakap putih dapat hidup selam 20 tahun, selama tidak terdapat pemangsa pada lingkungan hidupnya. Ikan kakap putih dapat saling memangsa atau menyerang satu sama lain dalam kondisi lapar dan tidak dapat makanan. Salah satu faktor lain yang dapat mempengaruhi melimpahnya ikan kakap di alam yaitu ikan kakap mudah terkena penyakit atau parasit pada tubuhnya. Menurut Wahyuningsih et.al (2019), Pertunbuhan ikan kakap putih relatif cepat mudah di pelihara serta memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan.
Menurut Supii et.al, (2013), Ikan kakap putih berpotensi menghadapi masalah apabila diadaptasikan di perairan yang bersalinitas lebih rendah. Penurunan salinitas dari air laut menjadi air tawar dapat mempengaruhi keseimbangan antara konsentrasi air dan tubuh ikan, sehingga dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan ikan. Ikan kakap memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga lebih mudah beradaptasi dan menjaga keseimbangan tubuh dan lingkungannya. Faktor yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ikan kakap (Lates calcarifer) seperti faktor perubahan lingkungan, kuliatas air, pakan serta volume bak pemeliharaan juga dapat mempengaruhi. Padat tebar ikan kakap pada bak pemeliharaan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan pada ikan.
Menurut Mulyono (2011), salinitas yang baik untuk ikan kakap (Lates calcarifer) berkisar antara 30-31 ppt, dengan kisaran suhu 26- 29ºC. Kegiatan untuk menghasilkan ikan kakap putih kualitas baik, perlu mengetahui dan memiliki keterampilan pada kegiatan pendederan dengan baik dan benar. pendederan merupakan kegiatan lanjutan pemeliharaan ikan kakap putih diletakkan di kolam pembesaran sementara untuk menghindari ikan mudah setres dan terkena penyakit. Pengamatan laju pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) meliputi bobot dan pertambahan panjang ikan di unit pendederan di lakukan di balai perikanan budidaya air payau, situbondo.
Balai perikanan budidaya air payau (BPBAP) situbondo adalah salah satu unit pelaksana teknis (UPT) balai besar pengembangan budidaya air payau, seperti udang vaname, ikan kakap, ikan kerapu dan bandeng. Balai perikanan budidaya air payau telah berpengalaman melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan budidaya air payau. Kegiatan rekayasa teknologi, produksi induk dan benih udang dan ikan yang berkualitas. Laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih selama masa pemeliharaan dapat di jadikan acuan untuk kelestarian yang berkelanjutan akan sumberdaya ikan kakap putih.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Alfi Nur Fajariyah Rohmatika |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | LAJU PERTUMBUHAN;KAKAP PUTIH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23243 |
