PROSES PEMBUATAN GARAM UNTUK TERNAK DARI SALT HOUSE DI CV. SP KRISTAL BAHARI, PAMEKASAN

SIDDIQOH (2020) PROSES PEMBUATAN GARAM UNTUK TERNAK DARI SALT HOUSE DI CV. SP KRISTAL BAHARI, PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19126-170341100047-PKL_SIDDIQOH_170341100047_2020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19126-170341100047-PKL_SIDDIQOH_170341100047_2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Garam merupakan komoditas strategis yang dimiliki Indonesia, mengingat
Indonesia memiliki potensial alam berupa garis pantai terpanjang di dunia. Proses
produksi garam di Indonesia masih menggunakan panas matahari sehingga sangat
bergantung pada cuaca dan iklim. Hal ini menyebabkan matinya produksi garam
pada saat musim penghujan, karena seluruh produksi garam berasal dari
penguapan air laut di meja garam (Jamil et al. 2017).
Meningkatkan hasil produksi garam dapat dilakukan dengan berbagai cara
seperti penggunaan Geomembran dan Salt House. Penggunaan Geomembran pada
meja kristalisasi selain dapat mengurangi pengotor juga dapat mempercepat
proses pengumpulan garam karena petani sudah tidak perlu khawatir terhadap
adanya tanah yang menempel pada garam. Memproduksi garam pada musim
hujan dapat dilakukan pada meja kristalisasi didalam Salt House. Akan tetapi,
dibutuhkan persediaan penyimpanan air tua agar garam terbentuk lebih cepat
(Wiraningtyas et al. 2019).
Produksi garam menggunakan salt house membuat produksinya dapat
berlangsung sepanjang tahun dan tentunya akan meningkatkan produksitivitasnya.
Suhu rata-rata salt house lebih tinggi daripada tambak konvensional pada
umumnya, yaitu dapat mencapai 48°C. Hal ini dapat mempercepat proses
penguapan pada proses kristalisasi. Secara kualitas garam yang dihasilkan dari
salt house dapat tergolong kedalam kualitas 1 (K1) (Kurniawan et al. 2019).
Garam ternak termasuk kedalam garam konsumsi karena penggunaanya pada
industri pembuatan pakan ternak, kecap dan tahu. Garam ini tergolong pada
garam konsumsi kelas (medium grade) dengan kadar NaCl 94-97% dan kadar air
3-7% (Rusiyanto etal.2013). Garam pada pakan ternak dapat menambah jumlah
mineral (micro mineral essensial) yang dibutuhkan ternak, karena tubuh ternak
tidak mampu memproduksi mineral sendiri, sehingga dibutuhkan asupan dari luar
(Khalil et al. 2017). Tambak garam CV. SP Kristal Bahari, Pamekasan merupakan
salah satu tambak garam yang dapat memproduksi garam dengan hasil produknya
berupa garam konsumsi dan garam ternak. Tambak garam di CV. SP Kristal
Bahari, Pamekasan menggunakan metode ulir dalam proses produksinya, dan terdapat meja kristalisasi didalam salt house untuk produksi garam pada musim
penghujan sehingga tambak garam CV. SP Kristal Bahari, Pamekasan dapat
dijadikan salah satu alternatif dalam melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SIDDIQOH
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PEMBUATAN GARAM;TERNAK
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:05
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23238

Actions (login required)

View Item
View Item