TRUNOJOYO-KP-19121-170341100005-PKL_Siti Rosydiana S_170341100005_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Garam merupakan suatu senyawa kimia yang dapat kita kenali yaitu dengan nama sodium klorida atau natrium korida (NaCl). Garam merupakan suatu kebutuhan sehari-hari bagi penduduk indonesia yang digunakan sebagai penyedap rasa dalam pembuatan makanan dan juga di indonesia sendiri merupakan penghasil garam yang cukup besar pada daerah jawa dan madura. Namun demikian, selama ini jumlah produksi garam di dalam negeri sendiri tidak mencukupi kebutuhan penduduk indonesia yang memiliki kepadatan penduduk diatas rata-rata (Assadad dan Bagus 2011).
Penurunan produksi garam nasional yang terjadi di Indonesia dikarenakan masih kebanyakan petani garam di Indonesia menggunakan cara tradisional. Indonesia yang memiliki banyak penduduk tentu juga dalam hal pemanfaatan garam nasional juga meningkat seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan industri di indonesia. Kebutuhan garam nasional saja pada tahun 2007 sebanyak 2,7 juta ton dan meningkat pada tahun 2008-2009 sebanyak 2,9 ton, serta menjadi 3 juta ton pada tahun 2010. Namun, seiring dengan kebutuhan yang meningkat dari penduduk indonesia justru malah membuat negara indonesi dalam hal memproduksi garam dalam negeri merosot turun, bahkan kebutuhan garam diatas 1,6-1,9 juta ton di penuhi dari impor (Assadad dan Bagus 2011).
Produksi garam yang dilakukan oleh petani tambak garam masih menggunakan cara tradisional. Cara tradisonal ini dengan menggunakan teknologi yang disebut dengan evaporasi bertingkat. Teknologi evaporasi bertingkat yaitu dengan menggalirkan air laut pada kolam – kolam untuk meninggkatkan kadar salinitas pada air laut sehingga siap untuk masuk pada meja kristalisasi. Cara tersebut masih sangat bergantunggan dengan iklim dan cuaca (Kurniawan dan Achmad 2012).
Sistem katup atau buka tutup merupakan salah satu cara untuk memproduksi garam pada musim hujan yang ada di Tambak Garam Kalibuntu Sejahtera 1 Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sistem ini yaitu dengan menggunakan geo membran sebagai meja kristalnya dan terpal sebagai pelindung meja kristal apabila hujan. Sistem katup memiliki cara kerja dengan membuka terpal saat terik matahari dan menutup terpal apabila hujan. Cara tersebut cukup efektif untuk menyiasati musim hujan yang berlangsung, sehingga petani tambak garam tetap bisa memproduksi garam. Selain sistem katup atau buka tutup di Tambak Garam Kalibuntu Sejahtera 1 Kecamatan Kraksaan Probolinggo juga terdapat sistem metode prisma. Metode Prisma ini sendiri adalah sebuah bangunan yang menyerupai bentuk prisma yang ditutup menggunakan terpal berwarna putih.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI ROSYDIANA SILMY |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PRODUKSI GARAM;METODE KATUP DAN PRISMA;MUSIM PENGHUJAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23227 |
