PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN WILAYAH PESISIR BUNGUS TELUK KABUNG, SUMATERA BARAT TAHUN 2014 – 2019 DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

ERNAWATI (2020) PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN WILAYAH PESISIR BUNGUS TELUK KABUNG, SUMATERA BARAT TAHUN 2014 – 2019 DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19120-170341100040-PKL_ERNAWATI_170341100040_2017.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19120-170341100040-PKL_ERNAWATI_170341100040_2017.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Kawasan pesisir merupakan salah satu wilayah dengan perbatasan antara daratan dan lautan. Kawasan ini apabila kearah laut dipengaruhi oleh proses alam dan kegiatan manusia sedangkan ke arah darat dipengaruhi oleh sifat fisik laut itu sendiri dan kegiatan sosial ekonomi pesisir (Rasid et al 2011). Kawasan pesisir mempunyai tingkat pemanfaatan yang tinggi sehingga menjadikan kawasan ini sangat penting untuk tetap dikelola secara berkelanjutan. Selain itu banyaknya aktivitas - aktivitas maupun kegitan yang terpusat pada kawasan ini menjadikan kawasan ini sebagai pusat perekonomian di indonesia. Aktivitas maupun kegiatan yang terdapat di kawasan pesisir seperti halnya perikanan dan budidaya. Kawasan pesisir juga merupakan salah satu kawasan dengan tingkat pembangunan potensi yang tinggi karena adanya sumberdaya yang dapat diperbarui (mangrove, terumbu karang, lamun serta rumput laut) maupun tidak dapat diperbarui (sumber energi, sarana transportasi, ekowisata serta sumberdaya mineral) (Hapsari et al 2017).
Adanya tingkat pemanfaatan yang tinggi pada kawasan pesisir, menjadikan kawasan ini rentan terhadap dampak negatif dan tekanan dari luar. Dampak negatif yang dihadapi oleh kawasan pesisir mengakibatkan kawasan ini sering mengalami perubahan bentuk lahan. Dampak negatif yang mempengaruhi kawasan pesisir disebabkan karena adanya aktivitas manusia dan faktor alam. Kedua dampak tersebut saling berhubungan satu sama lain. Dampak yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti penggunaan lahan pesisir untuk pembangunan lahan industri, dermaga maupun untuk pembuatan wisata sedangkan faktor alam disebabkan karena adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, kenaikan muka air laut, serta abrasi dan akresi (Hapsari et al 2017).
Rusaknya kawasan wilayah pesisir juga diakibatkan karena adanya penggunaan lahan pesisir yang semakin hari semakin meningkat. Hal tersebut akibat dari adanya peningkatan jumlah penduduk secara signifikan (Hidayah dan okol 2018). Oleh karena itu semakin meningkatnya jumlah penduduk semakin pula meningkatnya aktivitas manusia dan menjadi pemicu meningkatnya laju perubahan lahan suatu wilayah pesisir.
Pembangunan di indonesia yang meningkat karena adanya laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat pula. Hal tersebut yang mendorong semakin banyaknya penggunaan lahan pesisir. Sehingga perubahan lahan wilayah pesisir juga semakin meningkat (Andry et al 2014). Menurut Data Statistik Indonesia (2016) bahwa 65 % penduduk indonesia sangat tergantung dengan kuantitas dan kualitas lahan wilayah pesisir sehingga banyak yang tinggal di kawasan pesisir. Sedangkan menurut Yulius (2014) menyatakan bahwa pada tahun 2013 terjadi peningkatan penggunaan lahan pesisir berupa ladang, pemukiman, serta terjadi penurunan penggunaan lahan tambak dan hutan. Hal tersebut merupakan salah satu contoh penggunaan lahan kawasan pesisir yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Adanya penggunaan lahan wilayah pesisir jika dilihat dari aspek ekonomi sangat menguntungkan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan penduduk pesisir, akan tetapi disisi lain dapat berdampak negatif apabila penggunaan dan pemanfatan lahan pesisir tanpa didasari dengan pengelolaan yang baik serta pengelolaan yang sifatnya berkelanjutan. Sedangkan dilihat dari aspek lingkungan dapat mengancam kelestarian sumberdaya pesisir serta merusak kawasan pesisir.
Teluk Bungus merupakan salah satu kawasan pesisir yang mempunyai sumberdaya hayati maupun nonhayati yang melimpah. Kawasan ini mempunyai daya dukung atau carriying capacity diantaranya pelabuhan pertamina, kawasan industri, pelabuhan perikanan, pembangkit listrik tenaga uap, ekowisata dan beberapa budidaya lainnya, oleh karena itu kawasan ini dijadikan sebagai salah satu lingkungan pusat perkembangan ekonomi yang ada di Sumatera Barat sehingga kawasan ini banyak dimanfaatkan oleh orang – orang sekitarnya (Yulius et al 2016). Kawasan pesisir Teluk Kabung juga merupakan kawasan dengan tingkat pemanfaatan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat adanya 23.400 jiwa yang melakukan eksploitasi sumberdaya di kawasan ini. Eksploitasi sumberdaya di kawasan ini dapat dilihat pada pemanfaatan beberapa ekosistem yang dilakukan secara berlebihan.
Penggunaan sektor perikanan merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan di Teluk Kabung, dimana kegiatan ini terjadi eksploitasi secara berlebihan. Over fishing merupakan salah satu contohnya. Menurut Purbani (2016) Teluk Kabung mampu menghasilkan potensi perikanan Tuna Besar sebanyak 632,12 ton pada Tahun 2012 sedangkan produksi ikan tuna melebihi dari potensi perikanan yang ada. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa Teluk Kabung mengalami over exploited atau pemanfaatan yang berlebihan. Adanya peristiwa over fishing dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah penduduk Teluk Kabung serta peningkatan aktivitas manusia yang berakibatkan semakin besarnya tekanan penggunaan lahan kawasan pesisir.
Produksi sektor perikanan bukanlah satu-satunya permasalahan yang terjadi di kawasan pesisir Teluk Kabung. Alih fungsi pada lahan ekosistem mangrove juga salah satu permasalahan yang ada di Teluk Kabung. Menurut Tanto (2014) pada tahun 2013 luas ekosistem mangrove mengalami penurunan sekitar 1,81 Ha. Degradasi pada ekosistem mangrove tersebut terjadi karena tingginya tingkat penebangan liar serta pembukaan lahan.
Teluk Kabung juga sering terjadi peristiwa banjir. Menurut Arif (2016) Tahun 2013 Teluk Kabung telah mengalami peristiwa banjir dengan tingkat yang parah. Terjadinya peristiwa banjir tersebut mengakibatkan hilangnya beberapa lahan di sekitar kawasan pesisir Teluk Kabung. Diantaranya lahan tersebut seperti pemukiman, sawah, perkebunan dan ekosistem mangrove. Adanya peristiwa banjir tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perubahan lahan di kawasan pesisir.
Berdasarkan pada beberapa permasalahan yang ada di Teluk Kabung yang mendorong terjadinya perubahan lahan kawasan pesisir. Hal tersebut banyak sekali mengakibatkan pro dan kontra di kawasan pesisir Teluk Kabung. Oleh karena itu untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut perlu adanya pengetahuan mengenai kondisi kawasan pesisir Teluk Kabung melalui pembuatan peta yang berisi informasi dan data mengenai perencanaan dan pengolahan lahan kawasan pesisir yang nantinya dapat digunakan untuk perencanaan, pemantauan serta untuk evalusi kawasan pesisir Teluk Kabung (Hidayah dan okol 2018).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ERNAWATI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords LAHAN PESISIR;SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:03
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23226

Actions (login required)

View Item
View Item