TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (440kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Bab 1_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Bab 2_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (365kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Bab 3_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Bab 4_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (105kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Bab 5_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (572kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19115-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
Abstract
Penelitian ini berawal dari ketertarikan karena adanya realitas dimana Bhubuhan dianggap menjadi suatu sarana bagi masyarakat Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan untuk menunaikan kewajibannya terhadap pemilik hajat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari tradisi Bhubuhan sebagai pelunasan hutang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menentukan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pada pemilihan informannya menggunakan tiga model dari Milles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Untuk mendeskripsikan realitas, peneliti menggunakan bantuan dari teori fenomenologi menurut Edmund Husserl sebagai pisau analisis. Penelitian ini mengulas tentang tradisi Bhubuhan pada masyarakat Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Tradisi Bhubuhan merupakan tradisi hingga saat ini masih tetap dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Keleyan karena adanya beberapa faktor diantaranya adalah tradisi Bhubuhan merupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur dari masyarakat Desa Keleyan, faktor kedua adanya kesadaran dari masyarakat Desa Keleyan untuk mengembalikan hadiah atau sumbangan yang pernah diterima karena pemberian tersebut oleh masyarakat Desa Keleyan dianggap sebagai hutang. Akibat adanya tradisi Bhubuhan menimbulkan suatu arena baru yaitu status sosial dimana pemberian sumbangan adalah sebuah simbol keterikatan masyarakat Desa Keleyan dalam kelompok Bhubuhan. Dapat dilihat dari kemampuan masyarakat dalam melunasi hutangnya dengan jumlah lebih maupun ketepatan waktu dan kesesuaian barang yang diberikan.
Kata kunci: Makna, Tradisi Bhubuhan, Hutang, Pernikahan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFIYAH NUR ROHMAH |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Makna, Tradisi Bhubuhan, Hutang, Pernikahan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 21:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23203 |
