PENGUKURAN KUALITAS AIR TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI LABORATORIUM PT. TANJUNG BUMI AKUAKULTUR INDONESIA (TBAI) BANGKALAN, JAWA TIMUR

Desti Yulia Radika Prameswari (2023) PENGUKURAN KUALITAS AIR TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI LABORATORIUM PT. TANJUNG BUMI AKUAKULTUR INDONESIA (TBAI) BANGKALAN, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28909-200351100024-DESTI YULIA RADIKA PRAMESWARI#200351100024#MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28909-200351100024-DESTI YULIA RADIKA PRAMESWARI#200351100024#MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (820kB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas
hasil perikanan Indonesia yang unggul di Indonesia. Hal ini didukung oleh
pernyataan Kusumasyari dan Achyani (2022) yang menyatakan bahwa Udang
vaname menjadi salah satu hasil komoditas perikanan dengan tingkat konsumsi
yang banyak dan bernilai ekonomis. Udang termasuk dalam kategori hewan air
yang mudah dan memiliki tingkat panen yang cepat dalam kegiatan budidaya.
Budidaya udang vaname di Indonesia telah menjadi sektor yang menjanjikan untuk
meningkatkan ekonomi masyarakat dan telah menjadi komoditas ekspor andalan
bagi Indonesia. Iskandar et al., (2022) menyebutkan ekspor udang Indonesia ke
Amerika pada tahun 2015 mencapai 77.000ton dan pada tahun 2018 permintaan
udang dunia tercatat mencapai 4.000.000ton. Budidaya udang vaname telah
berkembang dengan pesat di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi kegiatan
untuk meningkatkan jumlah produksi perikanan yang meliputi kegiatan penetasan
dan pembesaran.
Kegiatan budidaya udang dapat mencapai hasil panen dengan mutu yag baik
perlu memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan dan
perkembangbiakan hewan budidaya. Faktor yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangbiakkan dapat berasal dari faktor dari dalam yaitu
umur, genetik dan penyakit serta faktor dari luar meliputi pakan dan kualitas air
media budidaya. Adipu (2019) menyatakan bahwa produktivitas udang vaname
sangat dipengaruhi oleh kualitas air pada media budidaya yang digunakan untuk
pertumbuhan dan perkembangan. Kualitas air yang buruk dan tidak dalam kondisi
yang optimal dapat menyebabkan penyakit pada udang budidaya karena mengalami
stress akibat ketidakstabilan air dalam mendukung pertumbuhan udang. Kualitas
air pada media budidaya sangat berperan dalam mendukung proses
keberlangsungan hidup dan keberhasilan budidaya udang vaname.
Kualitas air merupakan kondisi mutu air yang memenuhi syarat sesuai dengan
tujuan penggunaannya yang dapat dilihat dari parameter fisik, kimia dan
biologinya. Kualitas air menjadi faktor yang banyak menyebabkan kegagalan usaha
budidaya udang vaname sehingga perlu perhatian khusus untuk memantau dan mengendalikannya. Kualitas air pada kegiatan budidaya udang vaname penting
untuk diketahui dan diukur secara rutin dengan tujuan untuk memantau dan
mengendalikan mutu air agar tetap dalam kondisi yang optimal untuk mendukung
pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme budidaya (Putra dan Manan,
2014).
Parameter kualitas air dalam kegiatan budidaya perikanan meliputi parameter
firika, kimia dan biologi. Parameter kualitas air meliputi pH, salinitas, kecerahan,
suhu, oksigen terlarut, nitrit, amonia, kesadahan air (hardness), alkalinitas, plankton
dan sebagainya. Nilai kualitas air yang tidak stabil dan seimbang dapat
menyebabkan pertumbuhan udang vaname tidak optimal, penyakit bahkan gagal
panen. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Faruqy et al., (2021) yang
menyatakan bahwa udang memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap parameter
kualitas air yang berubah secara mendadak, hal ini karena keberlangsungan hidup
udang vaname sangat dipengaruhi oleh kandungan pH dan salinitas pada air.
Kualitas air yang buruk juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan udang,
pertumbuhan dan perkembangan udang menjadi terhambat serta sistem ketahanan
tubuh udang menurun sehingga rentan terhadap serangan penyakit (Samura et al.,
2018).
Kualitas air dalam kegiatan budidaya udang vaname memiliki peran yang
sangat penting dalam menunjang keberhasilan usaha budidaya. Kajian mengenai
pengukuran kualitas air berupa alkalinitas dan kesadahan pada tambak udang
vaname telah dilakukan oleh Sitanggang dan Amanda (2019) di Laboratorium
Animal Health Service binaan PT. Central Proteina Prima Tbk. Medan, sedangkan
penelitian mengenai pengukuran kualitas air tambak udang vaname di
Laboratorium PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia (TBAI) belum pernah
dilakukan sebelumnya. Kualitas air pada tambak budidaya udang vaname di lokasi
yang berbeda dapat memiliki perbedaan nilai. Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai kajian pengukuran kualitas air terkait
pH, salinitas, kecerahan, kesadahan dan alkalinitas air tambak udang vaname
(Litopenaeus vannamei) di Laboratorium PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia
(TBAI) Bangkalan, Jawa Timur penting untuk dilakukan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Desti Yulia Radika Prameswari
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords AMBAK; UDANG VANAME
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 21:40
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23134

Actions (login required)

View Item
View Item