PENGUKURAN KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI JENIS PLANKTON PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI PT TANJUNG BUMI AKUAKULTUR INDONESIA (TBAI), BANGKALAN, JAWA TIMUR

SALSABILA AMANDA LOCHA (2023) PENGUKURAN KUALITAS AIR DAN IDENTIFIKASI JENIS PLANKTON PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI PT TANJUNG BUMI AKUAKULTUR INDONESIA (TBAI), BANGKALAN, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28908-200351100025-SALSABILA AMANDA LOCHA#200351100025#MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28908-200351100025-SALSABILA AMANDA LOCHA#200351100025#MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) banyak dibudidayakan karena
memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki responsif terhadap pakan, nafsu
makan yang tinggi, dan tahan terhadap penyakit. Kualitas air pada tambak sangat
penting untuk kegiatan budidaya. Kualitas air dapat diartikan sebagai faktor fisika
dan faktor kimia yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan dan organisme
perairan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kualitas air secara umum
dapat menunjukkan mutu atau kondisi dari perairan yang dikaitkan dengan suatu
kegiatan atau keperluan tertentu. Kualitas air yang sesuai dengan persyaratan
baku mutu budidaya udang dapat mendukung pertumbuhan dari udang vanname
dengan optimal, sedangkan kualitas air yang buruk atau tercemar dapat
menyebabkan penurunan kualitas pada udang vanname. Pengelolaan kualitas air
secara benar dan optimal dapat bertujuan memonitoring perairan secara
keberlanjutan (Purnamasari et al., 2017).
Kualitas air yang dimanfaatkan secara keberlanjutan dapat menimbulkan
dampak pada perairan dan menunjang kegiatan dari budidaya udang vanname.
Akbarurrasyid et al., (2022) menjelaskan bahwa kualitas air yang optimal untuk
tambak udang vanname adalah nilai pH kisaran 7,5 – 8,5, sedangkan nilai salinitas
10 – 30 ppt. Nilai kecerahan pada tambak udang biasanya berkisar antara 20 – 50
cm, dan nilai alkalinitas sebesar 130 – 180 ppm. Kualitas perairan yang mengalami perubahan dapat berpengaruh terhadap keberadaan jenis biota yang terdapat di
dalam perairan tersebut, seperti plankton.
Plankton merupakan suatu komponen yang utama di dalam ekosistem
perairan, baik perairan tambak, sungai, danau, maupun laut. Plankton yang berada
di dalam perairan sesuai dengan kondisi dan lingkungan pada perairan tersebut.
Pengelolaan tambak secara tradisional dengan menggunakan plankton
(fitoplankton dan zooplankton) sebagai pakan alami udang, dapat memberikan
konstribusi yang signifikan dalam keberhasilan usaha budidaya di tambak.
Plankton khususnya fitoplankton selain sebagai sumber nutrisi untuk udang,
penting untuk memperbaiki kualitas air dan menjaga keseimbangan lingkungan
serta dapat membuang senyawa-senyawa dalam air yang dapat menimbulkan
racun terhadap udang yang dibudidayakan (Pirzan dan Pong-Masak, 2007).
Air yang membawa nutrien baik nitrogen (N) dan fosfat (P) dapat
memperkaya daerah estuari. Nutrien nitrogen dan fosfat sangat dibutuhkan oleh
fitoplankton dalam pertumbuhannya. Komposisi dan kelimpahan fitoplankton akan berubah pada berbagai tingkatan sebagai respons terhadap perubahan-
perubahan kondisi lingkungan baik fisik, kimia, maupun biologi. pH dan kandungan silikat berpengaruh terhadap penurunan jumlah individu sedangkan
kandungan oksigen terlarut berpengaruh terhadap penurunan jumlah genus
(Pirzan, 2008). Kelebihan nutrien pada tambak dapat menyebabkan pertumbuhan
fitoplanktotn secara cepat (blooming) yang selanjutnya terjadi kematian
fitoplankton secara mendadak. Kejadian ini sangat berbahaya bagi udang karena
terjadi krisis oksigen terlarut.
Lingkungan tambak yang stabil ditandai dengan keragaman plankton
tinggi, jumlah individu setiap spesies tinggi dan merata dan kualitas air lingkungan
tambak berada dalam kisaran yang sesuai dengan pertumbuhan organisme
budidaya (Makmur et al., 2011). Jenis – jenis plankton yang sering dijumpai di
dalam perairan tambak udang adalah chlorella, dan bacillariophyceae, karena
kedua plankton tersebut memiliki dampak positif bagi tambak udang. Chlorella
mengandung klorofil sehingga mampu untuk melakukan proses fotosintesis secara
langsung di dalam perairan tambak, dan sebagai penyumbang makanan alami
pada perairan tambak. Bacillariaophyceae berperan penting di dalam ekosistem
perairan tambak udang, karena plankton ini merupakan produsen penghasil bahan
organik dan penghasil oksigen. Penelitian mengenai pengukuran kualitas air dan identifikasi jenis plankton
telah ada yaitu penelian yang dilakukan oleh Widigdo dan Yusli pada tahun 2013.
Penelitian yang dilakukan oleh Widigdo dan Yusli dilakukan pada tambak udang
intensif PT Centralpertiwi Bahari (CPB), Surabaya. Penelitian tersebut dilakukan
untuk mengetahui komunitas plankton serta kaitanya dengan parameter fisika
kimia di tambak dan lingkungan perairan sekitarnya. Pengontrolan kualitas air
secara rutin tambak udang harus dijaga agar tetap stabil untuk kelangsungan
hidup udang. Pengukuran kualitas air yang ada pada PT Tanjung Bumi Akuakultur
Indonesia (TBAI) dilakukan untuk memonitoring kualitas air dan mengetahui jenis
– jenis plankton yang ada pada tambak udang vanname.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SALSABILA AMANDA LOCHA
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords TAMBAK; UDANG VANNAME
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 21:40
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23133

Actions (login required)

View Item
View Item