TRUNOJOYO-KP-19094-170341100050-PKL_Trisna Ayu Ika Lestari_170341100050_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau sehingga disebut negara kepulauan. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara dengan luasan laut yang sangat luas dengan perbandingan 2/3, sehingga sekitar 70% Indonesia tertutup luasan air. Lautan mempunyai geologi laut yang umumnya terdiri dari ilmu sedimen, batimetri, maupun perubahan garis pantai. Geologi laut sangat penting untuk dipelajari untuk guna mengetahui ilmu dan sumber daya laut (Darsono 1999).
Sedimen merupakan material atau partikel yang melayang-layang di kolom perairan ataupun yang mengendap di dasar perairan. Sedimen terjadi karena proses pengikisan batuan sehingga terpecah menjadi beberapa bagian ataupun sampai dapat menjadi butiran kecil-kecil. Ukuran sedimen terdiri dari berbagai macam ukuran. Sedimen terdiri juga dari berbagai jenis karakteristik seperti lumpur, lanau, lempung, pasir, batu, krakal, dan kerikil. Permukaan sedimen dari berbagai karakteristik juga dapat dilihat seperti permukaannya halus atau kasar sehingga dapat dianalisis karakteristik sedimen tersebut. Proses terjadinya sedimen melalui 2 tahap, tahap pertama yaitu pada saat air yang berasal dari sumber dimana sedimen berawal membawa batuan ke arah suangai atau danau dan akhirnya sampai tempat akhir yaitu di laut. Tahap kedua yitu pada saat pengangkut sedimen telah berkurang ataupun habis sehingga endapan sedimen mengendap di aliran air dan menuju ke laut. Proses inilah yang dinamakan sebagai transport sedimen (Hutari et.al 2013).
Transpor sedimen adalah gerakan partikel-partikel sedimen dari satu daerah menuju daerah lain yang dapat disebabkan oleh pengaruh arus dan gelombang. Pengaruh transport sedimen tidak hanya dari alam, namun juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Transpor sedimen dapat mempengaruhi distribusi sedimen ataupun pola sebaran sedimen di perairan. Pola sebaran sedimen umumnya dapat diklasifikasikan sesuai dengan karakteristiknya, seperti kedalaman perairan tersebut ataupun dari karakteristik sedimennya sendiri. Karakteristik sedimen setiap kedalaman dan daerah berbeda-beda, seperti contoh sebaran dan karakteristik sedimen di sedimen permukaan dasar laut perairan Papela dan sekitarnya ditutupi oleh pasir, pasir lanauan, lanau pasiran, dan lanau (Setiady 2015).
Analisa karakteristik sedimen dan pola sebaran sedimen sangat penting terhadap pengembangan sumber daya kelautan. Selain perikanan, sedimen juga termasuk dalam pengembangan lautan nusantara dan dapat membantu dalam dunia perikanan. Salah satu contoh daerah yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi yaitu Kepulauan Kei. Kepulauan Kei Kecil merupakan salah satu Kepulauan di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku yang berada diantara koordinat 5°33' – 5° 53' LS dan 132° 32' – 132° 47' BT. Perairan yang berada di Kepulauan Kei memiliki sumberdaya yang melimpah seperti banyaknya spesies ikan dan sumber daya laut yang lain (Nanlohy dan Nantelda 2017).
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan dengan mengambil topik “Analisa Karakteristik dan Pola Sebaran Sedimen di Kepulauan Kei,Maluku” Praktik Kerja Lapang (PKL) bertempat di Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Bandung yang merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang geologi kelautan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Trisna Ayu Ika Lestari |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | BUTIR SEDIMEN;PERAIRAN KEPULAUAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 21:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23117 |
