TRUNOJOYO-KP-19089-170341100009-PKL_Pahad Maulana_170341100009_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Plankton merupakan semua organisme baik hewan maupun tumbuhan air berukuran mikroskopis dan hidupnya melayang mengikuti arus. Plankton juga dapat diartikan sebagai sebagai biota yang teramat beranekaragam dan terdapat di laut. Plankton mempunyai peranan yang sangat penting didalam ekosistem bahari, dapat dikatakan sebagai pembuka kehidupan di planet bumi ini, karena dengan sifatnya yang autotrof mampu merubah hara anorganik menjadi bahan organik dan penghasil oksigen yang sangat mutlak diperlukan bagi kehidupan makhluk yang lebih tinggi tingkatannya. Plankton adalah organisme yang hidupnya melayang dalam air dengan kemampuan renang yang sangat terbatas, sehingga selalu terbawa hanyut oleh arus (Usman et al. 2013).
Plankton dibagi menjadi dua golongan yaitu fitoplankton dan zooplankton. .Fitoplankton yang terdiri dari tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta berfotosintesi. Zooplankton terdiri dari meroplankton dan holoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan planktonik yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu berfotosintesis. Fitoplankton memiliki klorofil untuk dapat berfotosintesis yang menghasilkan senyawa organik seperti karbohidrat dan oksigen. Fitoplankton mempunyai peranan penting di dalam suatu perairan, selain sebagai dasar dari rantai pakan (primary producer) juga merupakan parameter kesuburan suatu perairan (Anggraini et al. 2016).
Fitoplankton merupakan salah satu jenis pakan alami untuk organisme perairan. Salah satu fitoplankton yang digunakan sebagai pakan alami adalah jenis Nannochloropsis oculata. Nannochloropsis oculata adalah salah satu alga yang paling efisiensi dalam menangkap dan memanfaatkan energi energi cahaya CO2 untuk keperluan fotosintsesis. Mikroalga ini tidak hanya memiliki kapasitas untuk memproduksi produk alga yang bernilai tinggi tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkembang biak hanya dengan menggunkan cahaya matahari, karbon dioksida dan air laut. Nannochloropsis oculata dapat tumbuh dengan kerapatan sel yang tinggi (50 dan 27,5 g/L) dalam kondisi tumbuh autotrhopic dan menghasilkan konten tinggi lipid (52% dan 46%) (Widyaningrum et al. 2013). Praktik Kerja Lapang dengan tema Kultur Semi Massal Nannochloropsis oculata dilaksanakan di Unit Kerja Budidaya Air Laut (UK BAL) Sundak, Kabupaten Gunungkidul. Tempat ini dipilih karena di unit kerja ini mempunyai komoditi utama ikan bandeng atau larva ikan bandeng yang memerlukan banyak pakan alami seperti fitoplankton jenis Nannochloropsi oculata. Unit kerja ini dirintis sebagai pusat pembelian benih ikan bandeng untuk wilaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PAHAD MAULANA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Nannochloropsis oculata;SEMI MASSAL;BUDIDAYA AIR LAUT |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 21:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23109 |
