TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (294kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (547kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (392kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (556kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38157-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Moh. Waritsy Aprilian Hidayat. 210521100161. Praktik Budaya Muy-Tamuyan pada Warung Kopi Sebagai Ruang Publik Dalam Kehidupan Masyarakat (Studi Kasus Warung Kopi ”Cinta” Desa Billapora Rebba, Lenteng, Sumenep. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. 2025. Penelitian ini membahas tentang budaya Muy-Tamuyan pada masyarakat Billapora Rebba yang dijadikan sebagai ruang publik dalam kehidupan sehari-hari. Muy-Tamuyan merupakan istilah Madura atas budaya berkumpulnya masyarakat, dalam Bahasa madura, Muy-Tamuyan memiliki arti bertamu atau semacam berbincang bincang. Praktik Muy-Tamuyan pada masyarakat Madura masih sangat kental dan menjadi suatu kebiasaan yang sangat disenangi, hal tersebut didasari oleh berbagai faktor dan alasan tertentu, Salah satunya adalah untuk menjalin silaturahim dan mempererat kerukunan antar sesama warga. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan tambahan pengetahuan serta informasi terkait bentuk dari budaya Muy-Tamuyan pada Warung Kopi ”Cinta” sebagai ruang publik yang ada pada masyarakat Billapora Rebba, Lenteng, Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Muy-Tamuyan yang berlangsung di Warung Kopi ”Cinta” Desa Billapora Rebba tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ngobrol santai, tetapi berperan sebagai praktik ruang publik yang inklusif, egaliter, dan bebas dari dominasi. Warung kopi ini menjadi pusat interaksi sosial yang dinamis, tempat masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dan berdiskusi secara setara. Kegiatan Muy-Tamuyan berfungsi sebagai pusat pertukaran informasi, sarana mempererat ukhuwah islamiyah, serta wadah penguatan solidaritas sosial masyarakat. Selain itu, budaya ini juga menunjukkan bahwa masyarakat setempat tidak sepenuhnya terikat pada logika ekonomi kapitalistik, karena mereka meyakini bahwa rezeki merupakan ketetapan Tuhan. Oleh karena itu, Muy-Tamuyan menjadi ruang sosial, budaya, spiritual, dan simbolik yang memperkuat kebersamaan dan kesadaran kolektif masyarakat desa. Kata kunci: Muy-Tamuyan, Ruang Publik, Warung Kopi, Budaya Madura
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. WARITSY APRILIAN HIDAYAT |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Muy-Tamuyan, Ruang Publik, Warung Kopi, Budaya Madura |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 21:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23061 |
