TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (597kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (701kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38102-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (61kB)
Abstract
Analisis “Financial Inclusion” Pada Masyarakat Di Wilayah PerdesaanrnInklusi keuangan merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Namun, akses terhadap layanan keuangan formal di wilayah perdesaan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan, keterbatasan infrastruktur, serta dominasi budaya keuangan tradisional. Kondisi ini mendorong peneliti untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memaknai dan mengakses layanan keuangan formal dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami fenomena inklusi keuangan di wilayah perdesaan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan keuangan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat di dua desa, yaitu Desa Tlagah dan Desa Lar-Lar. Analisis data menggunakan model Decomposed Theory of Planned Behavior (DTPB) yang mencakup sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah menyadari manfaat dari penggunaan layanan keuangan formal, seperti keamanan penyimpanan uang dan kemudahan menerima transfer. Namun demikian, banyak dari mereka masih enggan berpartisipasi aktif karena adanya ketidakpercayaan terhadap sistem perbankan, keterbatasan kemampuan teknologi, serta minimnya dukungan sosial dan informasi resmi dari lembaga keuangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inklusi keuangan di wilayah perdesaan belum berjalan secara optimal. Adopsi layanan keuangan masih bersifat pasif dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti persepsi risiko dan rendahnya pengetahuan keuangan serta faktor eksternal seperti akses yang terbatas dan minimnya intervensi edukatif. Oleh karena itu, peningkatan inklusi keuangan memerlukan strategi yang menyeluruh dan kontekstual, mencakup edukasi, penguatan akses, serta pendekatan budaya yang sesuai dengan karakter masyarakat desa.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUSAN |
| Department | Akuntansi |
| Uncontrolled Keywords | Inklusi keuangan masyarakat perdesaan theory of planned behavior |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Akuntansi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 20:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22858 |
