TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (251kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (82kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman kailan (Brassica oleraceae Var. acephala) merupakan salah satu jenis sayuran famili kubis-kubisan (Brassicaceae) yang berasal dari negeri China, masuk ke Indonesia sekitar abad ke – 17 (Pracaya, 2001). Tanaman kailan termasuk tanaman sayur daun yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi setelah kubis crop, kubis bunga dan brocoli. Jenis tanaman kailan berkembang pesat di daerah subtropis maupun tropik. Tanaman ini baru mendapatkan perhatian untuk dibudidayakan setelah diketahui mempunyai manfaat sebagai bahan makanan sayuran yang bergizi baik. Kailan selain dapat digunakan untuk bahan makanan dapat juga digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit (Haryanto dkk, 2002).
Sayuran merupakan merupakan sumber esensial vitamin dan mineral, di dalam sayuran mengandung vitamin A,B, C, zat kapur, dan zat besi. Sayuran organik adalah sayuran yang cukup aman bila dikonsumsi, mengingat dalam budidayanya lebih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pestisida kimia. Salah satu sayuran yang umum dibudidayakan organik adalah kailan. Hampir semua bagian tanaman kailan dapat dikonsumsi yaitu batang dan daunnya. Dalam 100 gram bagian kailan yang dikonsumsi mengandung 7540 IU vitamin A, 115 mg vitamin C, dan 62 mg Ca, 2,2 mg Fe (Irianto, 2012). Tanaman kubis dan sejenisnya seperti kailan yang biasa disebut kale juga merupakan sumber vitamin, seperti vitamin A, B, C, Niacin dan mineral, seperti Ca, P, Na, F, S dan Cl (Pracaya, 2001).
Kailan termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kailan biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas yang pemasarannya dilakukan di restoran, hotel dan pasar swalayan. Sehingga, kailan memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Permintaan pasar komoditas tanaman kailan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pendapatan dan kesukaan masyarakat terhadap kailan (Samadi, 2013).
Kailan cocok ditanam di suhu 23–350 C dengan ketinggian 1.000-3.000 m dpl, curah hulan 1.000-1.500 mm/tahun, tanah dengan pH 5-6, jenis tanah yang dibutuhkan tanaman kailan tanah regosol, aluvial, latosol, andosol (Cahyono,.2001).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YOGI WAHYU PRADANA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA;TANAMAN KAILAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 20:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22783 |
