TRUNOJOYO-KP-28811-200351100004-Alifia Syahirah Farhani-200351100004-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Pelabuhan Perikanan Pasongsongan dibangun pada tahun 2004 dengan
nama UPPPI Pasongsongan diresmikan pada tanggal 3 juli 2013 oleh Gubernur
Jawa Timur. Pelabuhan Perikanan Pasongsongan berada di pantai utara Jawa
tepatnya di Dusun Lebak Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep (Ruhah et al., 2022). Pelabuhan Perikanan Pasongsongan
adalah sentra aktivitas kegiatan perikanan tangkap terbesar di pulau madura.
Aktifitas yang dikelola oleh pelabuhan umumnya dimulai dari aktivitas
penagkapan ikan, pendaratan ikan, pengelolaan ikan, dan aktivitas pemasaran
ikan. UPT PPP Pasongsongan merupakan pelabuhan yang membutuhkan
sarana dan prasarana untuk mendukung pengelolaannya (Ruhah et al., 2022).
Pasongsongan memiliki daya tarik untuk implementasikan di antaranya
meningkatkan produksi perikanan, segmentasi pasar, penertiban penjualan ikan,
pembangun usaha di lingkungan pelabuhan, peningkatan dan menstabilkan
pasokan BBM.
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasongsongan merupakan aktivitas
kegiatan perikanan tangkap yang menjadi tempat akses pembelian dan
penjualan ikan dari hasil tangkapan masyarakat Pasongsongan. Alat tangkap
yang digunakan nelayan masyarakat Pasongsongan umumnya menggunakan
jenis alat tangkap pukat cincin (purse seine). Purse Seine (pukat cincin)
merupakan alat tangkap yang dilengkapi dengan tali cincin atau tali kerut, pukat
cincin digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil yang bergerombol. Tali
kerut atau tali kolor pada pukat cincin penting terutama pada waktu
pengoperasian jaring, sebab dengan adanya tali kerut akan membentuk kantong
jaring pada tiap akhir penangkapan. Alat tangkap purse seine termasuk alat
tangkap yang ramah lingkungan dan selektif sehingga dapat berupaya
penangkapan yang lebih efisien terhadap kelangsungan sumberdaya ikan di
perairan agar tetap lestari dan juga akan berdampak terhadap sumberdaya ikan
yang berkelanjutan (Rambun et al., 2016). Pukat cincin dalam penangkapan
tidak perlu diragukan karena pukat cincin besar daerah penangkapannya sudah
menjangkau tempat-tempat yang jauh (Rosita et al., 2017)
Sumberdaya perikanan di WPP 712 Laut Jawa sangat beragam jenis ikan
yang tertangkap oleh nelayan. Ikan pelagis kecil yang paling dominan tertangkap
yaitu ikan layang, ikan tembung dan ikan tembang. Ikan layang termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki sifat suka bergerombol dan memiliki daya tarik yang
dapat mudah ditangkap menggunakan alat tangkap yang ada di UPT PPP
Pasongsogan seperti pukat cincin (Purse seine). Hasil tangkapan ikan layang
(Decapterus sp.) terdapat 60% dari jumlah total produksi yang didapatkan
menggunakan alat tangkap pukat cincin atau purse seine. Ikan layang mudah
ditemukan diperairan laut dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, ikan layang
menjadi sumber yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat untuk menjadi sumber
protein utama bagi masyarakat, penggerak perekonomian masyarakat terutama
terutama masyarakat pesisir Pasongsongan, dan juga sebagai penggerak pasar
yang sudah dikenal dipasaran yang menjadikan ikan layang sebagai penggerak
pasar (Wahyudi Syah, 2022)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALIFIA SYAHIRAH FARHANI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN LAYANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 20:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22745 |
