TEKNIS PENDATAAN HASIL TANGKAPAN IKAN PADA KAPAL > 30 GT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI, TRENGGALEK, JAWA TIMUR

M. NAUVAL BAYHAQI (2023) TEKNIS PENDATAAN HASIL TANGKAPAN IKAN PADA KAPAL > 30 GT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI, TRENGGALEK, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28808-200351100038-naufal pkl.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28808-200351100038-naufal pkl.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (26MB)

Abstract

Pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan
di sekitarnya dengan batas batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan
dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal
perikanan bersandar, berlabuh, dan atau bongkar muat ikan yang dilengkapi
dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.
Pelabuhan Perikanan Nusantara mempunyai tugas melaksanakan pengembangan
dan tata operasional, pengelolaan dan pemeliharaan sarana pelabuhan sesuai
dengan ketentuan PP Nomor 19 Tahun 1983 tentang Pembinaan Kepelabuhan
pasal 1. Pendatan hasil tangkapan mempunyai kaitan dengan fungsi dari
pelabuhan yang dinyatakan pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan
Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan (Puspitasari,
2016).
Indonesia memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar.
Potensi tersebut sepenuhnya belum dapat dimanfaatkan dengan optimal
disebabkan sarana kapal penangkap ikan yang masih tradisional. Kebijakan
pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan potensi perikanan laut ini dengan
melalui motorisasi dan modernisasi alat tangkap sebagaimana Inpres No. 1
(2010) yaitu pembangunan kapal perikanan di atas 30 GT atau panjang kapal di
atas 20 meter serta pengunaan alat tangkap yang disesuaikan dengan kebutuhan
daerah masing-masing (Wijaya, 2017). Keistimewaan kapal 30 GT menurut
Atmanegara et al, (2016) adalah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan kecil. Pada dasarnya kapal 30 GT dibangun dengan tujuan
untuk meningkatkan produksi hasil tangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan.
Penangkapan ikan menggunakan kapal 30 GT memberikan pengaruh terhadap
sisi ekonomi karena hasil tangkapan nelayan yang diperoleh sangatlah
melimpah.
Potensi dan pemanfaatan sumberdaya perikanan pada suatu suatu wilayah
perairan dapat ditentukan melihat dari data hasil tangkapan tersebut (Khairani et
al., 2022). Data hasil tangkapan tersebut sangat berperan penting bagi dunia
perikanan tangkap, karena dapat digunakan sebagai dasar dari perencanaan,
pengembangan dan pengambilan keputusan ataupun kebijakan dalam dunia
perikanan.
Permasalahan mengenai pendataan hasil tangkapan perikanan ialah sering
terjadinya kehilangan data hasil tangkapan atau dengan kata lain para nelayan
tidak melakukan pendataan. Penelitian Rahman (2018) menyatakan
permasalahan yang terjadi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi berdasarkan
observasi dan wawancara ialah Kurangnya kesadaran nelayan akan penggunaan
fasilitas operasioal pelabuhan karena kurang sesuai prosedur.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
M. NAUVAL BAYHAQI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords PELABUHAN PERIKANAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 20:04
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22737

Actions (login required)

View Item
View Item