TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Abstract.pdf
Download (272kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Chapter1.pdf
Download (412kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (536kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (935kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (294kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38055-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
Abstract
Bhubuwen di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan merupakanrnsuatu kebiasaan sosial berupa pemberian uang dan barang berupa sembako padarnacara hajat yang dianggap sebagai bentuk tolong menolong antarwarga. Studi inirnmengkaji kesesuaian pelaksanaan bhubuwen dengan ‘urf yang ditinjau dari segirnakad hingga teknis pelaksanaannya. Praktik bhubuwen di Desa Keleyan,rnKecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan dilakukan dengan unsur penagihanrnbahkan terhadap ahli waris.rnMetode penelitian yang digunakan adalah empiris. Adapun pendekatan yangrndilakukan adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini memerlukan keikutertaanrnsecara langsung di lokasi penelitian sebagai instrument utama dalam pengumpulanrnanalisis data.rnPraktik bhubuwen di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan tidakrnmemenuhi syarat sebagai ‘urf dan tergolong ‘urf fasid karena masyarakatrnmelakukan bhubuwen hanya atas dasar kebiasaan yang belum diketahui benarrnsalahnya dalam Hukum Islam yang menyebabkan akad dalam praktik bhubuwenrnmenjadi tidak diketahui dengan jelas oleh masyarakat dan menimbulkan kesalahanrnpersepsi dalam praktik bhubuwen yang dilakukan mirip dengan akad qardh (utang)rnsehingga menimbulkan unsur-unsur larangan yang bertentangan dengan HukumrnIslam. Unsur larangan dalam praktik bhubuwen meliputi kewajiban pengembalianrnyang harus sama persis dengan barang awal, praktik ngompang yang berpotensirnmengandung riba, serta terdapat kegiatan yang bertentangan dengan Syariat Islam.rnSelain itu, penagihan bhubuwen terhadap ahli waris tidak sesuai dengan HukumrnIslam karena tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa bhubuwen merupakanrnutang. Tiak ada kewajiban ahli waris untuk melunasi, meskipun secara sosialrndianjurkan sebagai upaya menghindari perselisihan. Penelitian ini menegaskanrnperlu dilakukan penataan kembali praktik bhubuwen agar sesuai dengan prinsiprnHukum Islam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FINA ROHMATIKA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Bhubuwen; Hibah; Qardh; ‘Urf |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 19:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22676 |
