TRUNOJOYO-KP-28761-200351100035-ROMANA MAR PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (31MB)
Abstract
Ikan wader merupakan ikan sungai dengan potensi budidaya yang tergolong
tinggi dengan masa pemeliharaan yang relatif pendek yaitu sekitar 6-8 minggu
serta adaptif dengan perairan dan tahan terhadap suatu penyakit. Ikan wader
konsumsi pada umumnya berukuran 5-10 cm (Budiharjo, 2007). Ikan wader
selama ini tumbuh dan berkembang dari alam terutama sungai berbatu dengan
arus deras, Namun banyaknya perubahan geografis menyebabkan adanya
perubahan keberadaan habitat alami ikan wader cakul semakin sulit ditemukan
(Budiharjo, 2012). Kendala yang dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan wader
ini cukup banyak, yaitu masih minimnya informasi yang lengkap (komprehensif)
tentang ikan wader seperti informasi biologi dan teknik budidaya meliputi
manajemen kebutuhan nutrien dan pengelolahan, serta informasi terkait
ketersediaannya di alam. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat tentang
pentingnya berbudidaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup ikan
wader agar tetap lestari dan mampu memenuhi pasar pada jenis ikan wader (Nay,
2015). Populasi ikan wader cakul yang hidup di perairan alami perlu dilindungi
dari adanya aktivitas antropogenik seperti pembukaan lahan dan penangkapan
yang berlebihan. Ikan wader cakul merupakan salah satu ikan yang disukai oleh
masyarakat Indonesia. Ikan wader cakul memiliki harga yang lebih tinggi
daripada beberapa jenis ikan konsumsi lainnya seperti ikan nila dan ikan lele. Hal
ini menunjukkan bahwa ikan wader berpotensi dan layak untuk dibudidayakan
(Budiharjo, 2012).
Selama ini, ikan wader ditangkap langsung dari habitat alami sehingga
ketersediaannya di pasaran sulit dipastikan dan harganya tidak stabil. Di samping
itu, penangkapan ikan wader secara terus menerus di alam dapat mengganggu
ekosistem, yaitu populasinya semakin menyusut dan kelestariannya menjadi
terancam. Nay (2015) menyatakan bahwa ikan wader selama ini tumbuh dan
berkembang di alam terutama di sungai berbatu dan berarus deras, namun dengan
banyaknya perubahan geografis sehingga adanya perubahan pada habitat alami,
ikan wader makin sulit diperoleh di alam. Apabila ditemukan maksimal ukuran
tubuhnya juga relatif kecil dan diketahui bahwa ikan wader merupakan kelompok
yang terdiri atas beberapa jenis ikan, bahkan dapat berasal dari genus yang
berbeda, antara lain dari genus Rasbora dan Puntius. Setiap jenis memiliki sifat
yang berbeda, baik ukuran tubuh, kecepatan pertumbuhan, dan rasa dagingnya
(Kottelat et al., 1993).
Pemenuhan kebutuhan ikan wader cakul selama ini masih didapat dari hasil
pancingan. Intensitas penangkapan yang meningkat di alam mengancam
kelestarian populasi ikan wader cakul di habitat alaminya sehingga perlu adanya
upaya untuk pembudidayaan (Djumanto dan Setyawan, 2009). Usaha budidaya
ikan wader masih sedikit dan belum berkembang karena keterbatasan pengetahuan
tentang teknik pemeliharaan ikan tersebut. Padahal dengan potensinya yang tinggi
untuk dibudiyakan akan mendapatakan harga yang lebih tinggi daripada jenis ikan
budidaya lainnya (Budiharjo, 2007).
Budidaya ikan wader cakul perlu dikembangkan untuk meningkatkan mutu
induk ikan karena produk benih ikan yang berkualitas ditentukan oleh kualitas
induk dan kegiatan pembenihan yang baik. Benih ikan yang berkualitas tinggi akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan tahan terhadap serangan penyakit
sehingga produktivitas usaha budidaya ikan wader diharapkan akan meningkat
(Sitanggang dan Sarwono, 2002). Herry et al, (2014) menyatakan bahwa usaha
pembenihan dapat dilakukan dengan tiga cara pemijahan, yaitu pemijahan alami,
pemijahan semi buatan, dan pemijahan buatan.
Tahapan budidaya ikan wader seperti budidaya ikan pada umunya, yaitu
dimulai dari persiapan kolam pemijahan, seleksi induk, pemijahan, pembesaran
serta penanggulangan hama dan penyakit. Upaya mempertahankan populasi ikan
wader dapat dilakukan melalui kegiatan praktik kerja lapang di Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LKIL), Umbulan,
Pasuruan yang telah mengembangkan teknik pemeliharaan induk ikan wader
cakul, selain itu juga yang bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan
produktivitasnya (Sentosa dan Djumanto, 2010).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ROMANA MAR AFGHANITRI KUMALA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN WADER CAKUL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 19:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:10 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22561 |
