TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-BAB IV_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-BAB III_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (332kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-BAB II_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (388kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-BAB I_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-DAFTAR ISI_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-ABSTRAK_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-BAB V_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5919-APPENDICES (LAMPIRAN)_HERWINA LUSITANIA (10.04.211.00073).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kecelakaan kerja bisa berakibat pada kematian. Dampak secara luas akan menyebabkan kerugian
pada perusahaan karena kehilangan tenaga kerja. Dampak dari itu adalah menurunnya
produktivitas kerja. Salah satu faktor penyebab kecelakaan kerja adalah perilaku tidak aman
yang dikarenakan rendahnya pengetahuan pekerja akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Perilaku tidak aman dapat diminimalisir dengan adanya implementasi sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang baik dan penilaian ergonomi terkait lingkungan
kerja fisik dan postur kerja dari pekerja. P.T. IGLAS (Persero) merupakan perusahaan yang
memproduksi botol-botol kaca. Berdasarkan data tempat terjadinya kecelakaan kerja, bagian
forming menempati posisi tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi
implementasi SMK3, dan meningkatkan implementasi SMK3 melalui penilaian ergonomi
(postur kerja dan lingkungan kerja fisik) dan identifikasi perilaku tidak aman. Hasil pengukuran
implementasi SMK3, P.T.IGLAS berada pada level 3 yaitu “hati-hati” dengan indikasi warna
kuning. Pada penilaian lingkungan kerja fisik didapatkan faktor suhu, cahaya, kelembaban, dan
kebisingan yang tidak sesuai dengan nilai ambang batas. Pada postur kerja dengan menggunakan
metode Rula, didapatkan aktivitas yang dilakukan oleh operator memiliki level resiko sedang
sampai tinggi (5-7). Pada identifikasi perilaku tidak aman, hanya faktor pengetahuan yang
berpengaruh secara signifikan, persepsi, sikap, motivasi, dan pendidikan tidak berpengaruh
secara signifikan, dengan nilai variabel Y (perilaku tidak aman) adalah 12,008 dan R square
adalah 96,8%. Berdasarkan hasil analisa, untuk meningkatkan implementasi SMK3 di
P.T.IGLAS terdapat beberapa usulan perbaikan antara lain: wajib dibentuknya penanggung
jawab lapangan atau penanggung jawab kesehatan dan keselamatan kerja (PJ K3) dari setiap
area, pengadaan ventilasi turbin untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik, khususnya di area
forming, meredesain meja yang ergonomis dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai dengan area kerja.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HERWINA LUSITANIA |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | ergonomic assessment;unsafe behavior;SMK3 |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2250 |
