TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (271kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (731kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38002-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
Abstract
Budaya Madura memiliki kekayaan, tradisis, dan simbol menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. film Tojjhuk Manis yang di tayangkan di kanal YouTube menghadirkan narasi kehidupan masyarakat Madura beserta tradisi yang melekat di dalamnya. penelitian ini, penting dilakukan untuk mengungkap bagaimana tradisi tersebut dibangun dan dimaknai melalui tanda visual dan verbal yang ditampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Madura dalam film tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotik Saussure. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa film tersebut menampilkan berbagi tradisi Madura dengan makna yang beragam. Seperti tradisi mintah mencerminkan sifat sopan santun dari setiap tujuan yang akan dilakukan, tradisi tahlilan mengandung makna suka membantu antara sesama serta berkaitan dengan nilai religius, dan tradisi ajegeh kohbur menggambarkan kepedulian masyarakat Madura, tidak hanya ter yang masih hidup, tapi juga terhadap mereka yang telah meninggal. Selain itu, terdapat tradisi tujuh bulanan menekankan aspek keimanan dan ketaatan terhadap ajaran Islam dalam menyambut kelahiran anak, tradisi nyhabis/sowan yang menjadi bentuk penghormatan kepada seorang guru atau kiai, tradisi sarong (sarung) mencerminkan keyakinan (agama) yang diwariskan secara turun temurun. radisi celurit atau peaten dimaknai sebagai bentuk harga diri dan keberanian. Terakhir, tradisi permukiman tradisional seperti (langghar, tanean lanjhang, rumah utama, kandang) mengandung makna kebersamaan dan nilai kesopanan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SUSANTI |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | penanda dan petanda, semiotik, film tojjhuk manis. |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 18:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:10 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22478 |
