TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (153kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37989-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Kerusakan lingkungan hidup semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia. Ekowisata merupakan konsep pariwisata yang menekankan pada upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan budaya setempat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Fiqh al-bī’ah merupakan bagian dari fiqih kontemporer yang mengatur interaksi manusia dengan lingkungan berdasarkan nilai-nilai syariah. Pulau Lusi sendiri terbentuk dari endapan lumpur Lapindo dan kini dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dengan konsep pelestarian lingkungan berbasis vegetasi mangrove. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai Implementasi Prinsip Fiqh al-bī’ah dalam Pengembangan Ekowisata di Pulau Lusi di Sidoarjo.rnrnPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak terkait seperti pengelola wisata, masyarakat sekitar, dan wisatawan. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikannya secara sistematis, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan lapangan.rnrnHasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Pulau Lusi telah mengupayakan penerapan prinsip-prinsip fiqh al-bī’ah seperti khalīfah fī al-arḍ (tanggung jawab menjaga bumi), lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak merusak), maṣlaḥah (kemaslahatan umum), dan ḥifẓ al-bī’ah(menjaga lingkungan). Namun, implementasinya masih belum maksimal, terlihat dari kurangnya perawatan fasilitas, sanitasi yang terbatas, serta ekosistem mangrove yang dibiarkan tumbuh liar hingga mengganggu akses wisatawan. Selain itu, penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan dan minimnya pendanaan yang diakibatkan tidak adanyasurat perizinan dari pemerintah balai besar sungai atas beroperasinya wisata Bahari Tlocor yang merupakan dermaga wisata Pulau Lusi berada juga menjadi kendala dalam pengembangan ekowisata yang sesuai dengan prinsip syariah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADELIA INDAH NUR FITRIANA |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Fiqih Al-Biah; Ekowisata; Pulau Lusi; Lingkungan; Syariah |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 18:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:10 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22425 |
