EDUKASI KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) KEPADA PENGUNJUNG DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK

MOCH WAHIB HUSNI THAMRIN (2023) EDUKASI KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) KEPADA PENGUNJUNG DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28690-160341100038-laporan_PKL_Wahib.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28690-160341100038-laporan_PKL_Wahib.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang memiliki daerah laut yang luas yang meliputi
hingga sepertiga dari luas total wilayah Indonesia. Keberadaan penyu yang semakin
lama semakin menurun menyebabkan ancaman kepunahan bagi spesies penyu.
Terdapat 6 jenis penyu di dunia dan 6 diantaranya berada di Indonesia yaitu Penyu
Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang
(Lepidochelys olivacea), Penyu Blimbing (Dermochelys cariceae), Penyu Pipih
(Natator depressus) dan Penyu Tempayan (Caretta caretta) (Ario et.al 2016).
Salah satu upaya dalam proses perkembangbiakan penyu, hal yang utama
adalah proses reproduksi. Penyu mengalami masa kawin yang berbeda-beda
diantaranya satu atau dua kali dalam setahun. Proses yang riskan dalam reproduksi
penyu adalah peletakan telur yang terdapat pada pantai yang disinggahi penyu untuk
bertelur. Kondisi pada tempat peletakkan dan kedalaman dalam meletakkan telur
berpegaruh pada keberhasilan penetasan telur penyu. Faktor lain adalah adanya
pedator yang biasa menggali pada tanah seperti tikus dan hewan pengerat lainnya.
Telur yang dihasilkan oleh penyu tidak selamanya akan berhasil seratus persen karena
terdapat gangguan pada saat penetasan telur. Telur yang telah diletakkan akan
dikubur dan ditinggal oleh induk dan tukik yang baru keluar akan kembali ke lautan
(Aldhian et.al 2015).
Konservasi merupakan tempat yang bertujuan untuk melindungi dan membantu
suatu organisme untuk dapat pulih dari ancaman kepunahan. Konservasi memiliki
fasilitas untuk memelihara suatu organisme untuk dapat dilepaskan kembali ke
perairan. Edukasi diperlukan agar masyarakat umum mengetahui pentingnya menjaga
biota laut khususnya penyu lekang. Edukasi sendiri dapat berupa materi ataupun
panduan yang mengajarkan pengetahuan atau himbauan kepada masyarakat umum.
Konservasi Taman Kili-Kili membantu memelihara anakan penyu untuk dapat hidup dalam peluang tinggi tanpa adanya gangguan dari beberapa faktor dan setelah cukup
besar dan dapat hidup sendiri akan dilepas pada perairan.
Konservasi Taman Kili-Kili Trenggalek, Jawa Timur merupakan salah satu
konservasi yang bergerak dibidang kelautan khususnya penyu. Penyu yang dirawat
atau dikembangkan adalah penyu lekang. Penyu lekang adalah spesies yang mulai
jarang ditemui maka dari itu diperlukan perawatan dan penjagaan agar spesies ini
tidak punah dan dapat terus dilestarikan, maka dari itu PKL edukasi ini memilki
tujuan sehingga materi yang disampaikan dapat digunakan dan sebagai sarana bagi
pengunjung Konservasi Taman Kili-Kili Trenggalek, Jawa Timur dan masyarakat
pada umumnya untuk ikut serta menjaga spesies penyu lekang dan menjaga alam.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MOCH WAHIB HUSNI THAMRIN
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PENYU LEKANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 18:12
Last Modified 24 Oct 2026 17:10
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22299

Actions (login required)

View Item
View Item