TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (45kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_conclution.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (21kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5898-100111200002_Appendices DP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
Abstract
Minuman keras identik dengan kriminalitas, pada hakekatnya pengkosumsi minuman keras adalah perbuatan minuman keras sangat bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan dan hukum, serta membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan Poltabes Surabaya dalam mencegah dan memberantas minuman keras, namun tetap tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah Pasal 204 KUHP pidana tentang tindak pidana penjualan miras di Surabaya berlaku secara efektif serta upaya preventif yang paling efektif oleh penegak hukum untuk mencegah terjadinya kejahatan penjualan miras.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris. Metode penelitan empiris merupakan jenis penelitian yang berorintas pada pengumpulan data lapangan, dimana penelitian terhadap pengalaman yang terjadi dalam masyarakat. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan kasus (case aprroach). Pengumpulan data melalui data primer melalui studi lapangan (field research) dan data sekunder melalui studi kepustakaan (library research). Analisis bahan hukum menggunakan metode analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan, bahwa peredaran miras masih belum efektif, dikarenakan ada faktor-faktor yang menghambat jalanya Pasal 204 KUHP. Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penanggulangan tindak pidana minuman keras di wilayah Surabaya yaitu Kebijakan Undang-Undang, aparat penegak hukum, dan budaya hukum masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan dalam pemberantasan minuman keras harus dilakukan dengan adanya peran aparat penegak hukum dalam pengamanan bisnis minuman keras dan adanya faktor hukuman yang rendah serta adanya peran aktif dari masyarakat dalam membantu membrantas minuman keras di wilayah Surabaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM M ADNAN FANANI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci : Minuman Keras, pasal 204 KUHP. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2229 |
