TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Abstract_TOC.pdf
Download (57kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Chapter1.pdf
Download (106kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (297kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (23kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28647-190111100128_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (36kB)
Abstract
ABSTRAKrnrnDalam konteks hukum pidana pembuktian adalah suatu hal yang fundamental dalam mencari kebenaran materiil berdasarkan cara-cara yang telah diatur dalam sebuah undang-undang. Visum Et Repertum merupakan salah satu cara untuk membuktikan suatu peristiwa pidana lewat peranan seorang ahli yang kemudian memberikan keterangan ahli dalam bentuk tertulis atau keterangan secara langsung dihadapan persidangan. Dalam kasus konkrit yaitu pembunuhan Brigadir Yoshua (Brigadir J) telah dilakukan 2 (dua) kali visum atau autopsi terhadap jasad Brigadir J, ternyata hasil dari kedua Visum Et Repertum tersebut terdapat perbedaan. Terjadinya perbedaan hasil Visum Et Repertum tersebut akan berimplikasi terhadap pembuktian di persidangan.rnMetode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Kemudian teknik pengumpulan bahan hukum melaui cara studi pustaka dan penelusuran online. Selain itu analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu dengan menggunakan metode interpretasi (penafsiran) hukum untuk membangun suatu argumentasi hukum sebagai suatu kesimpulan.rnHasil penelitian ini menunjukan bahwa bila terjadi perbedaan hasil Visum Et Repertum dalam satu objek pemeriksaan perkara yang sama dalam perkara pidana, maka memiliki implikasi sebagai berikut: 1. Implikasi perbedaan hasil Visum Et Repertum di dalam pembuktian perkara pidana, dibagi menjadi 3 (tiga) sebagai berikut: a. Berimplikasi tidak diterimanya salah satu hasil Visum Et Repertum sebagai alat bukti di persidangan b. Mengakibatkan Beyond a Resonable Doubt pada hakim; c. Banyaknya perbedaan pendapat diantara ahli dalam memberikan keterangan di persidangan.rnKata kunci: Pembuktian, Visum Et Repertum, perkara pidana dan implikasi
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FERN WIDYA SEKAR |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Pembuktian, Visum Et Repertum, perkara pidana dan implikasi |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 17:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:10 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22155 |
