MANAJEMEN PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus Fuscoguttatus X Lancolatus) DI INSTALASI BUDIDAYA LAUT (IBL) BONCONG, TUBAN

HILAL HAMDI (2023) MANAJEMEN PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus Fuscoguttatus X Lancolatus) DI INSTALASI BUDIDAYA LAUT (IBL) BONCONG, TUBAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28613-200351100048-Hilal Hamdi_200351100048_Laporan PKL-1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28613-200351100048-Hilal Hamdi_200351100048_Laporan PKL-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai jual
ekonomis. Ikan kerapu menjadi komoditas menjanjikan dalam meningkatkan
salah satu pemasok keuangan negara, salah satunya ikan kerapu banyak dicari
oleh negara asing. Ikan kerapu menjadi komoditas penting dalam nilai jual ,
beberapa negara yang sudah menjadi pengeksportan ikan kerapu diantaranya
Hongkong, Jepang, Singapura, dan China (Dedi et al., 2018). Nilai ekspor ikan
kerapu hidup dalam 5 tahun terakhir mengalami fluktuasi, tercatat pada tahun
2019 sampai tahun 2020 nilai tertinggi terjadi pada bulan maret tahun 2019
mencapai 317.874 ton dan nilai ekspor terendah pada bulan agustus 2019 dengan
total 99.316 ton. Volume ekspor semenjak pada bulan agustus sampai desember
2019 mengalami kenaikan tiap bulanya mencapai 205.572 ton (Rochmad dan
akhmad, 2020). Skala harga ikan kerapu cantang dalam satuan memiliki nilai
berkisar antara Rp. 110.000-120.000/kilogram. Nilai ekspor tersebut belum
mencapai volume dalam memenuhi perminatan pasar, karena dalam setiap
tahunya nilai ekspor selalu meningkat sebesar 30,75%/tahun, perlunya dalam
peningkatan produksi yang signifikan agar bisa memenuhi kebutuhan pasar yang diinginkan (Putra et al., 2020). Budidaya sangat perlu dilakukan agar dapat
menutupi suatu permasalahan pada nilai pengesportan ikan kerapu cantang.
Budidaya merupakan kegiatan penting dalam menunjang peningkatan,
pengelolaan serta pengembangan disektor perikanan, apalagi ikan kerapu cantang
memiliki nila ekonomis dan angka ekspor yang sangat menjanjikan. Ikan kerapu
memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan memiliki permasalahan dalam hasil
tangkapan alam yang kurang efektif, maka budidaya sebagai upaya yang harus
dijalankan dan dikembangkan agar hasil pembenihan ikan kerapu dapat secara
kontinu dalam upaya mencukupi budidaya di Indonesia dan juga dikirim ke
negara luar (Ryan et al., 2013). Pengembangan usaha budidaya sangat perlu
dilakukan untuk meningkatkan nilai produksi perikanan. Budidaya yang
dilakukan harus memenuhi tingkat kriteria seperti halnya dalam tingkat populasi
biota tersebut hampir punah atau dalam tingkat konsumen sangat banyak
permintaan, maka diperlukanya untuk melakukan kegiatan budidaya. Biota
perairan sangat memenuhi kriteria dan memiliki prospek yang sangat besar dalam
dibudidayakan kriteria tersebut salah satunya anatara lain ikan kerapu. Ikan
kerapu sangat tumbuh baik dalam budidaya selain itu, memiliki nilai ekonomis
yang baik (Akbar dan Kusnendar, 2012). Suatu budidaya yang harus diperhatikan
salah satunya kondisi kualitas pada suatu perairan budidaya agar dalam budidaya
tidak terdapat permasalahan yang dapat merugikan.
Kualitas air merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha kegiatan
budidaya bagi kehidupan suatu organisme, karena seluruh proses dalam
kehidupanya bergantung pada kualitas lingkungan perairannya. Kualitas air yang
sesuai dapat menunjang keberhasilan dan kelangsungan hidup dan pertumbuhan
ikan. Pengelolaan perairan budidaya sangat dibutuhkan agar dapat mengetahui
kondisi suatu kolam budidaya tersebut sesuai dengandalam kegiatan budidaya.
Parameter kualitas air yang digunakan dalam budidaya perikanan meliputi
parameter fisika yaitu kecerahan, suhu, padatan terlarut. Parameter kimia yaitu
pH, DO, kadar logam dan parameter biologi yaitu keberadaan bakteri dan
plankton (Panggabean et al., 2016). Faktor selanjutnya yang menjadi
keberhasilan dalam suatu budidaya ialah pemberian pakan ikan yang teratur dan
efektif Pemberian pakan termasuk aspek terpenting dalam menunjang
keberhasilan budiaya ikan kerapu, pemberian nutrisi pada ikan menjadikan
pertumbuhan ikan lebih baik. Pakan berfungsi sebagai pemasok energi dalam
pemacu pertumbuhan dan untuk mempertahankan hidupnya. Komposisi pakan,
cara pemberian pakan, waktu pemberian pakan, genetik dan kondisi lingkungan
adalah merupakan faktor untuk menentukan terhadap pertumbuhan ikan dan daya
hidup ikan. Pemberian pakan yang diberikan dapat mengetahui dengan buka
tutup mulut suatu ikan (Akbar dan Kusnendar, 2012). Pertumbuhan ikan kerapu
cantang dipengaruhi dalam pemeliharaan relative lama yaitu 9-12 bulan. Ikan
kerapu termasuk ikan karnivora yang membutuhkan kandungan protein dalam
pakan yang tinggi, kebutuhan protein pada pakan ikan kerapu sebesar 44-50%
(Putra et al., 2020).. Budidaya ikan kerapu sendiri memiliki keunggulan yang
sangat mudah dibudidayakan, karena ikan kerapu sangat toleran terhadap
penyakit selain itu sangat cepat dalam pertumbuhanya. Manajemen pakan
dilakukan untuk mengetahui nilai pertumbuhan ikan sesuai dengan kegiatan
budidaya perikanan, atas dasar tersebut perlu dilaksanakan Praktik Kerja Lapang
agar dapat mengetahui dan mengamati secara langsung aspek dalam manajemen
pakan pada pembesaran ikan kerapu cantang (Ephinephellus Fuscoguttatus X
Lancolatus) di IBL Boncong tuban

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
HILAL HAMDI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN KERAPU
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 17:03
Last Modified 24 Oct 2026 17:09
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22016

Actions (login required)

View Item
View Item