TRUNOJOYO-KP-28610-200351100063-TIRTA DE JAVA LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Budidaya ikan merupakan salah satu upaya yang dapat mengatasi penurunan
produksi ikan hasil tangkapan (Eshmat dan Abdul, 2015). Budidaya ikan kerapu
cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E.lanceolatus) salah satu hal menarik
perhatian masyarakat karena nilai jual ikan kerapu cantang sangat tinggi baik di
pasar lokal maupun internasional dan proses budidaya ikan kerapu cantang
tergolong mudah dilakukan. Ikan kerapu cantang juga merupakan komoditas
budidaya laut yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan secara luas
(Valentino et al., 2018). Kerapu cantang merupakan ikan yang didapat dari hasil
persilangan secara rekayasa dari 2 macam spesies ikan kerapu yaitu ikan kerapu
macan sebagai induk betina dan ikan kerapu kertang sebagai induk jantan (Putra
et al., 2020).
Manajemen atau pengelolaan kualitas air untuk keperluan budidaya sangat
penting, karena air merupakan tempat organisme yang dibudidayakan. Kualitas air
juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ikan, jika
kualitas air yang digunakan budidaya ikan sesuai maka dapat menunjang
kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan (Panggabean et al., 2016). Faktor yang
menentukan dalam keberhasilan budidaya perikanan adalah kualitas air. Kualitas
air yang buruk dapat menghambat pertumbuhan hidup ikan dan membuat ikan
mudah terserang penyakit (Mulyani et al., 2021). Ketersediaan air yang digunakan
untuk budidaya ikan kerapu cantang harus memenuhi persyaratan, persyaratan
kedalaman budidaya Ikan kerapu cantang yaitu minimal 1 meter. Ikan kerapu cantang memiliki kadar toleransi rendah terhadap perubahan kualitas air, maka
dari itu perubahan kualitas air harus tetap diawasi dengan baik.
Rahmaningsih dan Agung (2013) menjelaskan bahwa, pertumbuhan ikan
kerapu cantang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, kondisi lingkungan,
jenis makanan, dan waktu pemberian pakan. Peningkatan produktivitas
pertumbuhan ikan diperoleh jika pemberian pakan dilakukan dengan baik. Pakan
merupakan hal yang paling utama dalam tahap budidaya karena menghabiskan
60-70% biaya operasional. Pakan pada budidaya ikan kerapu cantang yaitu ada 2
jenis pakan buatan dan pakan alami. Pakan buatan ikan kerapu cantang yaitu
pellet sedangkan, pakan alami ikan kerapu cantang yaitu ikan segar atau sering
disebut ikan rucah (Fitriadi et al.,2020). Ikan rucah sendiri mempunyai manfaat
sebagai pakan ikan kerapu cantang yang dapat memberikan hasil pertumbuhan
yang baik. Namun bila ketersediaan pakan rucah tidak dapat terpenuhi pada
jumlah yang dibutuhkan maka pakan dapat menjadi salah satu faktor yang
menghambat pertumuhan ikan kerapu cantang (Tumadang et al., 2016).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Tirta De Java |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KERAPU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 17:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/22006 |
