TRUNOJOYO-KP-28583-200321100009-LAPORAN PKL KELOMPOK BPP BABAT REV.3 (1) Copy. revisi setelah sidang 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah unit pelaksana teknis di bidang
pelatihan pertanian yang berada di bawah Kementerian Pertanian Indonesia. BPP
memiliki tugas sebagai edukator, mediator, motivator dan evaluator. Keberadaan
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan
dalam upaya pengembangan komoditas pertanian, khususnya komoditas sorgum
menjadi sangat strategis karena saling berkoordinasi dengan para petani dalam
usaha peningkatan pengembangan potensi lokal dari komoditas sorgum yang
tidak jarang pada masa sekarang ini masih ditemui beberapa kendala, selain itu
menjadi wadah bagi pendamping pelaku usaha seperti usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM). Pada dasarnya, peran penyuluh pertanian lapangan (PPL)
memberikan bimbingan kepada para petani untuk mengelola usahataninya secara
efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan dari kehidupan para petani
tersebut (Khairunnisa et al., 2021). Selanjutnya, pengembangan komoditas
sorgum oleh para PPL yang ada di BPP salah satunya dilakukan dengan cara
perluasan daerah tanam dari tanaman sorgum tersebut menggunakan metode
tumpang sari maupun sebagai tanaman pengisi saat lahan kosong pada musim
kemarau. Kemudian juga dilakukan kegiatan pembinaan kepada UMKM atau
usaha rumah tangga mengenai pengolahan biji sorgum menjadi berbagai jenis
produk olahan sehingga menghasilkan nilai tambah atau nilai jual yang tinggi.
Kecamatan Babat merupakan salah satu kecamatan yang menjadi sentra
sorgum terbesar yang berada di Kabupaten Lamongan. Berdasarkan data dari
UPT Pertanian Kecamatan Babat (2023), hasil produksi sorgum pada tahun 2021
mencapai 23,8 ton dengan luas panen 77 Ha. Sedangkan hasil produksi pada
tahun 2022 mencapai 587,7 ton dengan luas panen 289 Ha. Sorgum memiliki nilai
ekonomi yang tinggi apabila pemanfaatannya dilakukan dengan benar, karena
seluruh tanamannya dapat dimanfaatkan dari biji sebagai pangan, sedangkan
batang dan daun sebagai pakan ternak. Kemudian biji sorgum pada masa panen
raya akan berlimbah begitupun harganya yang menjadi anjlok, dikarenakan
mayoritas petani hanya menjual berupa biji sorgum saja. Selain itu, adanya unit
usaha Rumah Sorgum Indonesia yang menggaet UMKM sekitar dengan mayoritas
anggotanya adalah para kaum ibu petani atau kelompok tani wanita yang ada di
wilayah Lamongan, diharapkan dapat mempelopori kegiatan UMKM yang
bergerak pada pengolahan komoditas sorgum sekaligus menjadikan tanaman
sorgum untuk diolah menjadi berbagai macam produk makanan olahan yang
bernilai jual ataupun ekonomis tinggi. Beberapa produk makanan olahan yang
berasal dari biji tanaman sorgum tersebut antara lain diolah menjadi jenis produk
beras sorgum, tepung sorgum, pop sorgum, mie sorgum, pangsit sorgum, stik
sorgum, kerupuk sorgum, kemplang sorgum, dan madu mongso sorgum.
Sedangkan untuk bagian batang dan daun dari tanaman sorgum diolah menjadi
produk pakan ternak oleh warga sekitar.
Pemilihan lokasi PKL di BPP Babat karena BPP Babat menjadi BPP
Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian). Sementara itu alasan selama melaksanakan kegiatan PKL, kami fokus pada komoditas sorgum
dikarenakan sorgum merupakan salah satu tanaman pangan yang menjadi ikon
komoditas di daerah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dan jumlah
produksinya yang melimpah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Salsadilla Happy Wahyu S; Sri Rahayu; Tsaniyatus Zuhriyah |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 16:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21902 |
