TRUNOJOYO-KP-28556-200351100019-FeryMumtazAlwafa_200351100019_LaporanPKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Ikan tawes merupakan salah satu ikan yang memiliki potensi yang besar untuk
dibudidaya. Ikan tawes merupakan ikan konsumsi yang hidup di perairan air tawar.
Dalam perkembangannya ikat tawes mulai banyak dibudidayakan oleh masyarakat.
Budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh teknologi pembenihan, terutama dalam
pengadaan benih ikan. Sering kali timbul masalah dalam pengadaan benih yaitu
dikarenakan masa pematangan gamet induk ikan jantan dan betina terkadang tidak
terjadi secara bersamaan. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu
melalui penerapan bioteknologi reproduksi berupa penyimpanan sperma (Murtidjo,
2011).
Ikan tawes (Puntius javanicus) atau dikenal dengan nama tawas atau lampam
adalah salah satu ikan budidaya air tawar asli indonesia. Ikan tawes bersifat
herbivora sehingga dapat menguntungkan bagi pembudidaya tradisional (Bardach
et al., 2007). Keunggulan lain dari ikan tawes adalah dapat dipelihara di perairan
payau sehingga dapat dikembangkan di tambak-tambak tradisional selain itu, tawes
merupakan salah satu ikan konsumsi ekonomis yang harganya terjangkau oleh
masyarakat. Direktorat Jenderal Perikanan (1981) berpendapat bahwa
pengembangan budidaya ikan tawes dimaksudkan untuk memenuhi ketahanan
masyarakat akan sumber protein yang murah dan terjangkau oleh masyarakat.
Permintaan ikan tawes di pasaran tentunya harus sejalan dengan peningkatan produksi benih tawes, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga akan dapat
mencukupi permintaan masyarakat akan ikan tersebut.
Kegiatan yang dilakukan dalam teknik pembenihan ikan tawes secara alami
meliputi sarana persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeliharaan telur dan
larva, pendederan, pengelolaan kualitas air. Keterampilan dan pengetahuan tentang
teknik pembenihan ikan tawes yang baik dapat menunjang keberhasilan dalam
usaha tersebut, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan
produktifitasikan tawes. Salah satu usaha yang dilakukan untuk memperoleh
pengetahuan tersebut adalah melakukan Praktik Kerja Lapang tentang teknik
pembenihan ikan tawes di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan
Umbulan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Umbulan, Kabupaten
Pasuruan, Jawa Timur merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kelautan dan
Perikanan Jawa Timur yang melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang
teknologi produksi pelayanan usaha dan jasa perikanan budidaya air tawar. UPT
Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Umbulan, Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur ini digunakan untuk peningkatan struktural dari balai benih ikan sentral
Umbulan, dan juga memiliki tugas dan fungsi sebagai pelaksanaan pembinaan
pelatihan dan kajian teknologi pembenihan dan budidaya perikanan air tawar.
Praktik Kerja Lapang ini menggunakan biota ikan tawes (Puntius javanicus).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FERY MUMTAZ ALWAFA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN TAWES |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 16:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21801 |
