TRUNOJOYO-KP-28555-200351100017-Adhil Pradiga_200351100017_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu jenis ikan air
tawar asli Indonesia yang sudah lama dikonsumsi dan telah dibudidayakan
masyarakat. Ikan gurami memiliki rasa daging yang lezat, dan bergizi sehingga
ikan gurami memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Prosedur teknik pembenihan ikan
gurami meliputi kegiatan persiapan kolam, pemeliharaan induk, pemijahan,
penetasan telur, dan perawatan larva hingga mendapatkan benih. Ikan gurami
dikenal sebagai ikan yang memiliki proses pertumbuhan yang cukup lambat,
disamping itu ikan gurami memiliki beberapa keunggulan, yaitu seperti serat
dagingnya yang kesat dan cita rasanya gurih dan khas sehingga digemari oleh
masyarakat Indonesia. Ikan gurami dapat hidup di air tergenang sehingga dapat di
pelihara di berbagai lingkungan perairan dan wadah budidaya, mudah dibenihkan,
dapat diproduksi, dan dipasarkan dari ukuran benih hingga ukuran konsumsi.
Pemasaran gurami tingkat benih dilakukan mulai dari telur (sarang), larva, biji
oyong (umur 1 bulan), daun kelor (umur 2 bulan), jari (3 bulan), karcis (4 bulan),
korek (5 bulan), dan tampelan (6 bulan) (Kordi, 2010).
Ikan gurami (Osphronemus gouramy) adalah ikan lokal perairan Indonesia
dan sudah menyebar ke seluruh wilayah Asia Tenggara dan Cina. Ikan gurami
memiliki labirin dan secara taksonomi termasuk famili Osphronemidae. Ikan
gurami merupakan salah satu komoditas yang banyak dikembangkan oleh para
petani, hal tersebut dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi terhadap ikan
gurami. Ikan gurami merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki
kandungan gizi tinggi yang bermanfaat bagi manusia terutama untuk pertumbuhan dan pembentukan energi. Ikan gurami banyak ditemukan dan dijual di pasaran
dalam keadaan segar baik dalam kondisi masih hidup ataupun yang sudah siap
untuk dikonsumsi (Nurhayati et al., 2011)
Perkembangan usaha budidaya gurami yang semakin luas, maka kebutuhan
induk dan benih ikan gurami juga semakin meningkat. Proses pembenihan ikan
gurami yang baik dan benar dapat dilakukan sebagai upaya dan cara untuk
meningkatkan angka produksi benih, sehingga kebutuhan benih dapat mencapai
target. Potensi produksi perikanan darat di Indonesia selama tahun 2003-2006
mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu dari 26.641.072.151 ton/tahun
menjadi 34.523.154.560 ton/tahun, sedangkan untuk potensi produksi ikan gurami
antara kurun waktu 2001- 2007, yaitu 14.065 ton/tahun hingga 31.600 ton/tahun
(DKP, 2007).
Peningkatan hasil produksi ikan gurami ini menandakan bahwa usaha
pembenihan ikan gurami di Indonesia sangat menjanjikan. Permasalahan yang
terjadi dalam pembenihan juga dapat timbul seperti tingginya tingkat kematian,
rendahnya fekunditas telur, rendahnya derajat pembuahan, dan penetasan telur,
serta beragamnya ukuran benih pada pemeliharaan di kolam, selain itu benih
gurami yang berasal dari hasil pemijahan alami dapat dipengaruhi oleh musim, hal
ini merupakan suatu kesulitan dalam proses pemijahan ikan gurami tersendiri
karena ketersediaannya yang tidak berlanjut dan masih sangat terbatas. Oleh
karena itu, diperlukan pelaksanaan praktek kerja lapang tentang teknik
pembenihan ikan gurami (Osphronemus gouramy) di Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LKIL) Umbulan, Pasuruan, Jawa
Timur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADHIL PRADIGA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN GURAMI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 16:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21800 |
