TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Abstrac.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (925kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (414kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (808kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (752kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (393kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18754-Trunojoyo_Tugas Akhir_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (719kB)
Abstract
Habitat bentik merupakan tempat untuk bertumbuhnya berbagai komunitas makhluk hidup dintara yaitu lamun, terumbu karang dan pasir. Habitat lamun memiliki berjuta manfaat bagi kelangsungan hidup biota laut serta lingkungannya. Monitoring terhadap habitat bentik di Pulau – Pulau kecil merupakan hal yang penting bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakkan habitat bentik di Pulau Sitabok, Madura dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Data Citra Sentinel-2A diperoleh dari earthexplorer.usgs.gov wabsite. Data Citra digunakan untuk memetakkan sebaran habitat bentik dan data in situ digunakan untuk melakukan uji akurasi peta yang dihasilakan. Algoritma Lyzenga digunakan untuk melakukan koreksi kolom air untuk mengurangi gangguan – gangguan kolom air, sedangkan klasifikasi citra dilakukan dengan metode tak terbimbing (unsupervised classification). Hasil pemetaan citra habitat bentik pada tahun 2015, 2017 dan 2019 habitat lamun yang paling mendominasi (83,71 ha, 85,5 ha dan 91,12 ha). Penurunan luas habitat dari tahun 2015 hingga tahun 2019 paling besar terjadi pada habitat karang (-23,77 ha). Penambah luas terbesar pada habitat pasir lamun (+9,02 ha) di ikuti oleh lamun (+7,41 ha) dan pasir (+7,34 ha). Informasi mengenai lokasi dan luasan habitat bentik dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan pengelolaan lingkungan pesisir khususnya Pulau Sitabok, Madura.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AVA AMRIYAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Algoritma Lyzengan, Citra Sentinel-2A, Habitat bentik, Pulau Sitabok Lyzenga Algorithm, Sentinel-2A Imagery, Bentik Habitats, Sitabok Island |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 15:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21717 |
