TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (904kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (467kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37765-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Praktik bagi hasil dengan sistem sara’an yang berlaku antara nelayan dan pemilik perahu di Kecamatan Masalembu berjalan berdasarkan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak sebelum melaut. Hasil dari tangkapan ikan kemudian dibagi sesuai dengan kesepakatan awal tersebut. Kerja sama ini berlangsung atas dasar kesepakatan bersama dan kerelaan kedua pihak dalam menentukan pembagian hasil, meskipun tidak didukung dengan perjanjian secara tertulis.rnAdapun jenis penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung terkait praktik sara’an yang berlaku antara pemilik perahu dan pekerja nelayan di Kecamatan Masalembu.rnBerdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sara’an masih banyak digunakan dan dianggap mencerminkan keadilan menurut kearifan lokal, meskipun penerapannya belum sepenuhnya sejalan berdasarkan prinsip akad mudharabah dalam perspektif hukum Islam. Praktik sara’an yang terjadi antara pemilik perahu dan pekerja nelayan yang terjadi di Kecamatan Masalembu dengan sistem 70% bagian untuk pemilik perahu sedangkan 30% sisanya dibagikan kepada para pekerja. Sistem ini memiliki keunggulan dalam menjaga keseimbangan sosial, namun adanya ketidakseimbangan dalam pembagian hasil yang bisa merugikan pihak nelayan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya pembaruan serta penyuluhan mengenai prinsip keadilan syariah agar tradisi sara’an tetap relevan dan berjalan secara adil di masa mendatang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAYA IQNA APRILIA |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Saraan, pembagian hasil,fiqih muamalah |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 15:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21643 |
