TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (777kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (120kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (701kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Chapter1.pdf
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Abstract.pdf
Download (156kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (442kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37725-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (497kB)
Abstract
Perairan selatan Jawa merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 573 yang memiliki potensi perikanan pelagis yang tinggi. Salah satu spesies pelagis besar yang umum tertangkap di wilayah ini adalah ikan lemadang (Coryphaena hippurus), yang sering menjadi hasil tangkapan sampingan (bycatch) dan berfungsi sebagai pengganti ikan target dalam penangkapan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap distribusi spasial dan hasil tangkapan ikan lemadang di perairan selatan Jawa. Metode yang digunakan meliputi analisis catch per unit effort (CPUE), uji Kruskal-Wallis, dan regresi linear berganda untuk mengevaluasi hubungan antara parameter oseanografi—suhu permukaan laut (SPL), klorofil-a, dan tinggi gelombang—dengan hasil tangkapan selama periode IOD positif, negatif, dan netral pada rentang tahun 2015 hingga 2023. Data hasil tangkapan diperoleh dari logbook Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, sementara data oseanografi bersumber dari penginderaan jauh satelit MODIS dan ERA5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan tertinggi terjadi pada bulan Desember (1.189,44 ± 1.643,32 kg), Januari (906,81 ± 990,57 kg), dan Februari (756,22 ± 724,91 kg). Nilai CPUE tertinggi tercatat pada suhu permukaan laut 27–29°C, konsentrasi klorofil-a 0,1–0,5 mg/m³, dan tinggi gelombang di bawah 2 meter. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan antara parameter oseanografi dan hasil tangkapan ikan lemadang, namun uji-t menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan serta membantu nelayan dalam menentukan waktu dan lokasi penangkapan yang lebih optimal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MARIANA NURCAHYA NABABAN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Indian Ocean Dipole (IOD), Ikan Lemadang (Coryphaena hippurus) Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, Gelombang, Catch Per Unit Effort (CPUE), Penginderaan Jauh, Perairan Selatan Jawa |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 15:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21530 |
