TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (844kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (720kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (774kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5809-10.04.211.00096_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah di Propinsi Jawa Timur yang dapat dikategorikan sebagai daerah yang tertinggal dibandingkan dengan kawasan Gerbangkertasusila lainnya. Oleh karena itu Bangkalan perlu meningkatkan daya saing untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan daya saing suatu daerah, maka dapat dilakukan pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Penumbuhkembangan klaster industri merupakan salah satu dari enam agenda utama kebijakan inovasi untuk pengembangan Sistem Inovasi Daerah. Hal ini bertujuan untuk mendorong investasi dan aktivitas dalam sistem inovasi dengan penguatan rantai nilai dalam klaster industri di daerah dalam membangun ekonomi wilayah dengan pendekatan sistem. Dari ketujuh belas produk pada Klaster Industri Kecil dan Menengah Tertentu di Kabupaten Bangkalan dilakukan pemilihan dengan menggunakan Location Quotient untuk menentukan produk mana yang merupakan produk basis dan prospektif untuk diprioritaskan dikembangkan lebih lanjut di Kabupaten Bangkalan dan terpilih tujuh alternatif produk yang potensial menjadi prioritas yaitu garam, kecap, tempe, tahu, kripik nangka, genteng dan perhiasan. Kemudian dipilih tiga produk dengan nilai LQ tertinggi yaitu garam, kecap dan tempe untuk dilakukan pembobotan kriteria menggunakan AHP dengan bantuan software expert choice. Bobot masing-masing kriteria ini digunakan untuk merangking produk prioritas dengan menggunakan TOPSIS dan diperoleh nilai preferensi tertinggi yaitu produk garam dengan nilai preferensi 0,664. Berdasarkan analisis rantai nilai dapat diketahui keterkaitan antara semua kegiatan dan keunggulan kompetitif di pasar yang pada akhirnya dapat dirumuskan strategi pengembangan garam untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bangkalan. Salah satu strategi pengembangan garam yakni dengan program bantuan penyediaan alat untuk meningkatan nilai tambah produk garam seperti pengolahan garam rakyat menjadi garam beryodium.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ELLEN PUTRI NURYANTI |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Sistem Inovasi Daerah, Location Quotient, AHP, TOPSIS, Rantai Nilai Porter, Analisis SWOT. |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2143 |
