TRUNOJOYO-KP-28433-200351100029-Draft.PKL_Zahrotul Maida_200351100029_Dospem pak abduuuu.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Simanjutak dan Mastiur. (2022) menyatakan bahwa formaldehid yang
lebih dikenal dengan nama formalin merupakan salah satu zat yang dilarang
berada pada bahan makanan. Formalin dapat bereaksi cepat dengan lapisan lendir
saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Efeknya dapat mengakibatkan
keracunan yaitu rasa sakit perut yang akut disertai muntah-muntah, timbulnya
depresi susunan saraf, atau kegagalan peredaraan darah. Adanya penyalahgunaan
formalin tidak terlepas dari masih kurangnya peran pemerintah untuk menjaga,
memonitoring serta melakukan pengawasan lewat beberapa bahan pangan untuk
mencegah praktik-praktik yang sangat merugikan masyarakat. Berdasarkan hasil
uji formalin pada sampel ikan segar, ikan asin, dan sampel daging ayam di
beberapa pasar tradisional dan modern di beberapa kota seperti Madura,
Sukabumi, dan di Pekanbaru, hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel yang
diperoleh positif mengandung formalin.
Perceka et al (2021) pada penelitiannya menyatakan bahwa bahan baku
ikan beloso yang telah memenuhi persyaratan ikan segar (nilai organoleptik diatas
7) kemudian diuji kandungan formalin secara kualitatif menggunakan Test Kit.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ikan beloso dari TPI Muara Angke positif
mengandung formalin. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna
menjadi warna ungu pekat dalam larutan sampel. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa dengan meningkatkan kadar garam, warna ungu yang terbentuk semakin
memudar bahkan hampir netral. Yusuf et al. (2015) menyatakan bahwa sampel
ikan yang telah dicuci menggunakan air mengalir dapat mengalami penurunan
formalin sebesar 43,96%. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sugiarti
(2019) yang menyatakan bahwa perendaman cumi-cumi asin dalam larutan garam
dapat menurunkan residu formalin dalam cumi asin tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, penelitian kandungan formalin pada ikan
segar hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong
Lamongan perlu dilakukan. Deteksi kandungan formalin pada ikan segar di
Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan dapat dilaksanakan dalam
kegiatan Praktik Kerja Lapang. Hal ini bertujuan untuk mempraktikkan teori dan
pemahaman yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk dapat dikonfirmasi
melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZAHROTUL MAIDA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | IKAN SWANGGI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 14:19 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21305 |
