TRUNOJOYO-KP-28418-200351100013-Reni_200351100013_Laporan Pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan kerapu bebek atau juga bisa disebut dengan kerapu tikus merupakan ikan
air laut. Ikan kerapu bebek mempunyai nama ilmiah (Cromileptes altivelis) yang
dapat dijumpai pada perairan tropis Pasifik Barat dan Samudera Hindia. Habitat
ikan kerapu bebek terdapat pada terumbu karang atau batu karang. Dody dan
Dinawati (2016) menyatakan bahwa ikan kerapu bebek merupakan salah satu jenis
ikan komersial yang banyak disukai oleh konsumen dan populer baik dalam negeri
maupun luar negeri. Ikan kerapu bebek menjadi salah satu jenis perikanan budidaya
laut yang memiliki harga jual yang cukup tinggi (Wardana dan Tridjoko, 2015).
Kandungan gizi yang tinggi pada daging ikan kerapu bebek menyebabkan
jumlah permintaan pasar meningkat. Ikan kerapu bebek merupakan salah satu hasil
perikanan ekspor yang mengguntungkan karena kandungan gizi yang tinggi dan
harga pasaran yang mahal dibandingkan dengan komoditasikan laut yang lain. Ikan
kerapu bebek mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan
dengan daging ikan kakap merah, hal ini di karenakan ikan kerapu bebek memiliki
semua asam amino esensial. Manfaat pada daging ikan kerapu bebek di manfaatkan
sebagai penambah sumber energi, memperkuat daya tahan tubuh, dan
pemeliharaan di dalam tubuh. Kandungan gizi dan manfaat daging ikan kerapu bebek serta kualitas daging yang bertekstur lembut menjadikan ikan kerapu bebek
banyak digemari oleh masyarakat,oleh karena itu permintaan pasar terhadap ikan
kerapu bebek meningkat (Iskandar et al., 2022). Apabila hal ini dikembangkan
dengan baik, maka dapat menjadi peluang bisnis yang cukup mengguntungkan.
Kualitas air yang buruk akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan
ikan kerapu bebek, salah satunya dapat menyebabkan penurunan jumlah pakan yang
di konsumsi dari ikan tersebut. Fitriadi et al. (2020) menyatakan bahwa selain
kualitas air, faktor lain yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan
kerapu bebek adalah pakan. Halini dilakukan untuk mencapai target bobot ikan
kerapu bebek yang diinginkan. Pemberian pakan yang optimal dan sesuai dengan
pola makan ikan kerapu bebekakan menunjang pertumbuhan dan kelangsungan
hidupnya. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran dan berat ikan serta
bentuk mulut ikan. Presentasepemberian pakan harian dapat dihitung dengan menggunakan rumus FR (Feeding rate) yang dihitung denganmengetahui beratrata-
rata ikan kerapu bebek (Agustonoet al., 2009). Berat ikan dapat mencapai kisaran bobot 200-380 gram, jika dosispakan yang diberikan pada ikan kerapu bebek
sebesar 5 %.
Selain faktor kondisi kualitas air dan pakan, parasit juga berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kerapu bebek. Parasit yang menginfeksi
ikan kerapu bebek dapat menyebabkan penurunan bobot ikan karena daya nafsu
makan ikan berkurang, menyebabkan kematian pada ikan dan hal ini akan
berdampak pada kerugian bagi para pembudidaya ikan kerapu bebek. Kematian
pada ikan sering dijumpai pada fase pembenihan, pendederan, dan induk yang
sering dijumpai pada kolam pemeliharaan. Kesehatan ikan sangatlah penting untuk
diperhatikan, hal ini merupakan faktor untuk menunjang keberhasilan dalam sebuah
budidaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RENI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KERAPU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 14:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21254 |
