TRUNOJOYO-KP-28414-200351100065-Eka Nadia Aprillina_200351100065_Manajemen Sumberdaya Perairan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Lingkungan yang baik memerlukan kondisi dan kualitas air yang baik pula.
Lingkungan hidup sangat berkaitan erat dengan ketersediaan air. Air dan
lingkungan saling berkeseinambungan, pasalnya, jika di suatu lingkungan tidak
baik maka juga akan berdampak pula pada sumber air. Di muka bumi, semua
mahkluk hidup membutuhkan air untuk keberlangsungan bertahan hidup. Air
digunakan mahkluk hidup salah satunya manusia untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, memasak, mencuci serta keperluan lainnya. Berdasarkan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 09/PRT/M/2015 tentang
penggunaan sumber air menjelaskan bahwa air merupakan semua yang terdapat
dan berasal dari sumber-sumber air, baik di atas atau di bawah permukaan tanah
(Apriani L. 2018).
Doraja et al., (2012) menyatakan, Limbah merupakan bentuk buangan
hasil suatu kegiatan yang sudah tidak terpakai dan berpotensi menyebabkan
kpenurunan kualitas lingkungan. Limbah sangat berdampak buruk terhadap
lingkungan. Limbah dihasilkan dari suatu proses produksi baik produksi industri
maupun domestik (rumah tangga). Limbah erat kaitannya dengan pencemaran,
apabila limbah dibiarkan dan tidak dikelola dengan baik,dapat memicu terjadiya
pencemaran air dan pencemaran lingkungan. Strategi awal pengelolaan air imbah
di mulai dari dimana asal dan awal limbah itu dibuang. Limbah cair industri
biasanya dibuang melalui saluran- saluran air seperti selokan, sungai dan lain
sebagainya. Kandungan dari air limbah yaitu 99,9 komponen air dan 0,1 %
bahan padatan (Supriyanto, B. 2000).
Limbah hasil industri merupakan salah satu persoalan penting di era
zaman sekarang. Terganggunya sumber air bersih biasanya diakibatkan dari
adanya Penggunaan air bersih di luar batas sumberdaya air yang digunakan pada
kegiatan seperti pertanian, rumah tangga, industri dan lain sebagainya. Di bidang
industri, penggunaan sumber air sangat sedikit dibanding untuk kepentingan irigasi
pertanian. Namun membawa dampak yang sangat buruk bagilingkungan. Indsutri
menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan pencemaran air serta pencemaran
bagi lingkungan. Limbah buangan dari kegiatan industri langsung di buang ke
sungai atau saluran-saluran kecil hingga ke lingkungan laut. Apabila dibiarkan terus
menerus, maka akan meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air. Edukasi
mengenai pencemaran yang disebabkan oleh cemaran limbah organik hasil
kegiatan produksi menjadikan persoalan penting seperti kurangnya pemahaman
dari pelaku usaha untuk penanganan serta cara pengelolaan limbah dari hasil
industri secara baik dan benar (Nasir, M. et al., (2016).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EKA NADIA APRILLINA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | LIMBAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 14:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:09 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/21244 |
