TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37567-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman pare (Momordica charantia L.) dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan terutama untuk mengatasi gula darah. Pare memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, namum produksi tanaman pare di Indonesia masih belum tercatat secara spesifik akibat budidaya yang masih dalam skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon giberelin terhadap pembentukan buah secara partenokarpi pada tanaman pare (Momordica charantia L), serta untuk menentukan dosis giberelin yang paling efektif dalam peningkatan kualitas buah pare yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Blora, Jawa Tengah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan konsentrasi giberelin yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, dan 400 ppm yang diaplikasikan langsung pada bunga betina tanaman pare. Parameter yang diamati meliputi presentase terbentuknya buah, bobot basah buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, dan jumlah biji per buah. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin tidak berpengaruh nyata terhadap presentase terbentuknya buah, tetapi berpengaruh signifikan terhadap parameter bobot basah buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, dan jumlah biji per buah. Perlakuan dengan konsentrasi 400 ppm menghasilkan buah dengan kualitas terbaik meliputi bobot tertinggi (293,28 g), buah terpanjang (23,42 cm), diameter buah paling lebar (5,82), dan daging buah paling tebal (1,27 cm), serta jumlah boii paling sedikit (10,99).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SASTI MELINDA LESTARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Giberelin;Pare;Partenokarpi |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 13:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20999 |
