TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (549kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (474kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (755kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37553-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batasan Amicus Curiae dalamrnproses persidangan sengketa hasil pemilihan umum pilpres tahun 2024 dirnmahkamah konstitusi. Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini adalahrnpenelitian normatif, yaitu melakukan penelitian untuk mengetahui batasan AmicusrnCuriae dalam proses persidangan sengketa hasil pemilihan umum pilpres tahunrn2024 di mahkamah konstitusi. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian inirnadalah bagaimana peraturan Amicus Curiae dalam sistem peradilan mahkamahrnkonstitusi, bagaimana penerapan Amicus Curiae dalam proses persidangan dirnmahkamah konstitusi.rnPenelitian skripsi ini menggunakan penelitian perundang-undangan danrnpendekatan kasus. pendekatan perundang-undangan di gunakan untukrnmemfokuskan kepada kajian-kajian terhadap aturan-aturan yang di berlakukan dirnsebuah Negara dan memiliki erat kaitannya dengan fenomena yang terjadi yaknirnperselisihan sengketa hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahunrn2024 dan pendekatan kasus digunakan untuk menelaah kasus-kasus yangrnberkaitan dengan isu yang dihadapi yang telah terjadi perselisihan sengketa hasilrnpemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2024.rnHasil dari penelitian skripsi ini bahwa hukum dibuat untuk kepentinganrnmanusia supaya hidup sejahtera yang didasarkan pada rasa keadilan. Aturanrnhukum tidak bersifat abadi. Aturan hukum yang kurang tepat harus segera diubah.rnPerubahan aturan hukum dapat dilakukan melalui wetgever atau KeputusanrnHakim. Peran Hakim dalam pembentukan hukum sangat dibutuhkan untukrnmenerapkan asas non liquet. Dibutuhkan suatu keberanian untuk membuatrnkeputusan yang mungkin tidak sesuai dengan aturan hukum yang sudah ada.rnPraktek Amicus Curiae meskipun lazimnya digunakan dalam negara yangrnmenggunakan sistem hukum Common Law namun bukan berarti praktek ini tidakrnpernah dipraktekkan di Indonesia.rnBerdasarkan analisis yang penulis lakukan selama penelitian, dalamrnkasus perselisihan sengketa hasil pemilihan umum presiden dan wakil presidenrntahun 2024 keberadaan Amicus Curiae tetap dijadikan pertimbangan oleh Hakim.rnHal ini sesuai dengan kewajiban Hakim yaitu menggali nilai-nilai keadilan dalamrnmasyarakat. Kewenangan Hakim dalam melakukan penafsiran hukum jugarnmenjadi dasar bagi Hakim dalam mempertimbangkan Amicus Curiae sebagairnsalah satu bahan untuk membuat terang suatu ketentuan Peraturan Perundangundangan yang ingin diterapkan pada suatu perkara.rnKata Kunci : Amicus Curiae, Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, MahkamahrnKonstitusi, Proses persidangan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ABD. MAJID |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Amicus Curiae, Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Mahkamah Konstitusi, Proses persidangan |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 13:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20954 |
