TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (510kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-KP-18569-170311100049-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Komoditas hortikultura yang sangat berpotensi untuk meningkatkan sumber pendapatan masyarakat dan devisa negara salah satunya yaitu pisang (Huda 2010). Tanaman pisang memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia karena pisang merupakan buah yang digemari secara global, tingkat konsumsi pisang dari tahun 2005 hingga tahun 2010 meningkat dari 8,2-10 kg/kapita/tahun (Deptan 2005) Sehingga banyak petani yang memilih buah pisang sebagai komoditas yang dibudidayakan. Proses budidaya tanaman pisang tentu banyak kendala yang dihadapi oleh petani, yaitu serangan hama dan penyakit tanaman. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman pisang relatif tidak terlalu banyak, tapi beberapa menyebabkan kerugian yang sangat serius. Salah satunya adalah Layu Fusarium pada tanaman pisang (Ika 2007).
Menurut Kusnardi (2003) di Lampung dengan adanya Layu Fusarium produksi pisang menjadi menurun dan menurunkan minat petani untuk bercocok tanam pisang. Menurut data Dinas Pertanian Lampung, tahun 2006 produksi pisang Lampung sebesar 523.038 ton yang dihasilkan 7.022.177 rumpun. Hingga sekarang dari jumlah tersebut terserang penyakit sebanyak 131.942 rumpun. Penyakit yang mendominasi adalah Layu Fusarium sebanyak 56.292 rumpun. Data tersebut menunjukkan Layu Fusarium pada tanaman pisang paling merugikan secara ekonomis di antara kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit pisang lainya.
Layu Fusarium pada pertanaman pisang sudah menyebar hampir ke seluruh negara penghasil pisang dunia. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan patogen yaitu Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Huda 2010). Patogen ini sulit dikendalikan, bersifat tular tanah dan mampu bertahan lama di dalam tanah meskipun tanpa tanaman inang. Beberapa teknologi sudah ada, seperti sanitasi lapangan, fumigasi tanah, pengapuran, bagas tebu dan penggunaan varietas resisten. Tetapi teknologi – teknologi tersebut masih kontraproduktif dengan petani di lapang (Djatnika et al. 2003). Seperti menguras tenaga, waktu dan keuangan petani sehingga perlu dicari formula atau cara yang tepat untuk dapat mengendalikan serangan penyakit ini, diantaranya penggunaan mikroba antagonis.
Pengendalian hayati dengan mikroba antagonis telah banyak dilaporkan dapat menekan patogen tular tanah (Upadhyay dan Ray 1998). Penggunaan mikroba antagonis dalam relung yang sama dengan patogen diduga akan menekan perkembangan patogen sebelum terjadi infeksi pada tanaman (Djatnika 2003). Salah satu mikroba antagonis yang dapat menekan Layu Fusarium adalah Pseudomonas fluorescens (Djatnika 2003). Pseudomonas fluorescens dapat menekan serangan Layu Fusarium pada tanaman pisang dengan cara induksi resistensi dan antibiosis. Teknik pengaplikasian bakteri antagonis yang tepat juga penting dilakukan agar pengendalian terhadap Layu Fusarium pada tanaman pisang lebih efektif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MELANI WIDAYANTI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | AGENS HAYATI;PATOGEN LAYU FUSARIUM;TANAMAN PISANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 13:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20953 |
