PENENTUAN ASPEK GENETIK PADA PRODUKSI BENIH HIBRIDA PARE (Momordica charantia L.) DI CV. MULTI GLOBAL AGRINDO

LILIS UDKHULUL JANNAH (2020) PENENTUAN ASPEK GENETIK PADA PRODUKSI BENIH HIBRIDA PARE (Momordica charantia L.) DI CV. MULTI GLOBAL AGRINDO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Cover.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (796kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (96kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 2.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (126kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 3.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (83kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 4.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (521kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 5.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (66kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Daftar Pustaka.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (81kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Lampiran.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18558-170311100033-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kegiatan Praktik Kerja Lapang merupakan salah satu bentuk pendidikan yang menerapkan program pendidikan di bangku kuliah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsug untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Dengan dilakukanya Praktik Kerja Lapang secara tidak langsung mahasiswa dapat mengabdikan ilmu-ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan. Kegiatan ini merupakan wujud relevansi antara teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktek yang ditemui, baik dalam dunia usaha swasta maupun usaha pemerintah. Kegiatan Praktik Kerja Lapang diharapkan dapat menambah kemampuan untuk mengamati, mengkaji serta menilai antara teori dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam mengamati permasalahan baik dalam bentuk teori maupun kenyataan yang ada.
Pare (Momordica charantia L.) merupakan anggota famili Cucurbitaceae dan tergolong tanaman herba berumur satu tahun atau lebih, tumbuh menjalar dan memanjat. Pemanfaatan pare sebagai sayur tidak lagi asing di masyarakat Indonesia. Bahkan sekarang pare mulai semarak dengan munculnya berbagai hasil penelitian tentang potensi tanamannya, terutama mengenai kandungan zat dan varietas baru yang lebih unggul, baik dalam hal rasa maupun tampilannya.
Pare (Momordica charantia L.) mengandung banyak zat gizi seperti vitamin, kalsium, zat besi, fosfor, protein maupun lemak. Manfaat pare (Momordica charantia L.) bagi kesehatan cukup banyak sehingga permintaan produk sayuran ini semakin meningkat seiring dengan tingginya kesadaran untuk melakukan pola hidup sehat (Prasetio 2013). Usaha untuk meningkatkan produksi buah pare telah banyak dilakukan yaitu dengan memperbaiki teknologi budidaya. Salah satunya dengan penyediaan bibit unggul yang mempunyai kualitas lebih baik, seperti tanaman toleran terhadap hama dan penyakit serta memiliki produksi yang tinggi. Kenaikan produksi terutama dapat dicapai melalui tersedianya kultivar unggul baru (Andriyani 2006).
Secara umum benih yang bermutu baik memberikan hasil relatif lebih tinggi dibandingkan dengan benih yang bermutu jelek. Karena itu penggunaan benih bermutu merupakan cara paling mendasar dan termurah di antara cara-cara lainnya untuk produksi tanaman. Benih bermutu baik ditentukan oleh faktor-faktor genetik, fisik, fisiologis, dan kesehatan benih. Mutu genetik yang baik berarti varietas dengan genotipe-genotipe yang baik (misalnya, memiliki kemurnian tinggi, berdaya hasil tinggi, tahan terhadap penyakit dan hama, respon terhadap kondisi tumbuh yang lebih baik, dan sebagainya). Mutu fisik yang baik berarti kotoran fisik rendah (tidak ada), campuran benih varietas atau tanaman lain rendah (tidak ada), dan kadar air benih rendah (aman untuk disimpan). Sedangkan mutu fisiologis dan kesehatan benih yang tinggi berarti bebas dari penyakit dan serangga serta berdaya kecambah dan vigor yang tinggi (Mayun 2016).
Produksi benih bermutu merupakan kegiatan yang memerlukan keterampilan teknik yang tinggi dan investasi finansial yang cukup besar. Selama proses produksi benih hibrida, perhatian yang ketat harus diberikan terhadap pemeliharaan kemurnian genetik dan spesifikasi mutu benih lainnya. Produksi benih hibrida harus dilakukan di bawah kondisi yang terbaik dan terorganisasi secara mantap. Penanggung jawab dalam produksi harus mengerti aspek-aspek dasar dari reproduksi tanaman khususnya aspek genetik. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi turunnya mutu benih. Maka dari itu perlu ditentukan aspek-aspek genetik pada produksi benih hibrida.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LILIS UDKHULUL JANNAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords GENETIK;PRODUKSI;BENIH HIBRIDA;PARE
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 12:54
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20909

Actions (login required)

View Item
View Item