TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (493kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (96kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (60kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (746kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (63kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (70kB)
TRUNOJOYO-KP-18557-170311100003-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman hortikultura merupakan tanaman sayuran yang memegang peranan penting dalam meningkatkan gizi masyarakat pada khususnya di kalimantan barat. Seiring dengan hal tersebut kebutuhan akan sayuran terus meningkat dan jenisnya pun semakin bervariasi. Salah satu jenis sayuran yang bergizi tinggi adalah okura. Tanaman okura (Abelmoschus esculentus (L.) Mounch) atau yang lebih dikenal dengan kacang bendi adalah sayuran yang berasal dari Benua Afrika.
Tanaman okra di Indonesia terutama ditanam adalah di daerah kalimantan barat. Tanaman ini telah lama diusahakan petani tionghoa sebagai sayuran yang sangat disukai, terutama untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, pasar swalayan, rumah makan, restoran dan hotel. Tanaman okra ini dapat juga sebagai komoditas yang potensisal, sehingga tanaman ini mempunyai potensi yang dapat mendatangkan keuntungan besar bagi petani. Bagian dari tanaman okra yang dapat dimanfaatkan untuk sayur adalah buahnya (buah muda). Buah okra banyak mengandung lendir sehingga baik jika dijadikan sup. Buah yang muda banyak mengandung kadar air yaitu 85, 70%, protein 8, 30%, lemak 2, 05%, karbohidrat 1, 4% dan 38, 9% dan kalori per 100 gram ( Yudo, 1991).
Pemeliharaan tanaman okra ini terdiri dari beberapa tahap yaitu daripengairan, penyulaman, pemupukan, tutup blok, penyiangan gulma, sanitasi bedeng, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. Pemupukan tanaman okra dilakukan 14 hari setelah tanam dengan menggunakan UREA, ZA, dan KCL masing-masing sebanyak 100 - 130 kg/ha. Okra dapat tumbuh di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Okra memerlukan kondisi tanah yang agak lembab dengan PH tanah minimal 4,5, untuk sistem peyiramannya pada minggu pertama penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore, karena tanah harus berkondisi lembab pada saat awal pertumbuhannya. Penjarangan tanaman okra dilakukan seminggu setelah tanam dan untuk penyulaman dapat dilakukan dua minggu setelah tanam. Bedengan harus tetap terjaga dan dirawat supaya tetap bersih dari gulma untuk itu perlu dilakuakan penyiangan. Untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman dapat menggunakan petisida .
Dwidjosepoetro (1996) menyatakan bahwa suatu tanaman akan tumbuh dengan subur apabila semua unsur yang diperlukan oleh tanaman berada dalam jumlah yang cukup serta berada dalam bentuk yang siap diabsorbsi oleh tanaman. Oleh karena itu jumlah produksi buah okra yang dipengaruhi oleh pemeliharaan cenderung memberikan rata-rata jumlah buah terbanyak. Agustina (2004) mengemukakan bahwa untuk mendapatkan produksi yang baik tanaman harus di imbangi dengan pemupukan, Bila tanaman kekurangan unsur hara tanaman tidak dapat melakukan fungsi fisiologisnya dengan baik. Hal ini sesuai pada penelitian yang telah dilakukan bahwa dengan adanya pemeliharaan pada tanaman okra dapat menunjang hasil produksi yang lebih tinggi. Produksi per hektar (ton) hasil tanaman okra dapat mencapai 250 kg/ha hingga 350 kg/ha, karena hal ini diduga bahwa unsur hara makro seperti N, P dan K merupakan unsur hara esensial bagi tanaman, ketiga unsur ini berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanama (Putra et.all, 2018).
Pemeliharaan tanaman yang tepat perlu diterapkan karena dengan pemeliharaan tersebut akan menunjang produksi dari tanaman itu sendiri. Dengan demikian praktik kerja lapang di PT. Mitratani Dua Tujuh Jember tentang Teknik Pemeliharaan Tanaman Okra yang tepat sangat diperlukan untuk dipelajari sehingga dapat memperoleh hasil produksi tanaman yang tinggi dengan kualitas unggul.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JANAN NABILAH NUR INDRIANA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PEMELIHARAAN;OKRA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 12:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20906 |
