TEKNIK PEROMPESAN, PEMANGKASAN, PEWIWILAN, DAN PENJARANGAN BUAH TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA BATU

RIHLATIN NUR ENDI ROHMAH (2020) TEKNIK PEROMPESAN, PEMANGKASAN, PEWIWILAN, DAN PENJARANGAN BUAH TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Cover.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (382kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (114kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 2.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 3.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (80kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 4.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (646kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 5.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (75kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Daftar Pustaka.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (74kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Lampiran.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18554-170311100040-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Apel (Malus sylvestris Mill.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim subtropis. Tanaman apel di Indonesia telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. Tanaman ini dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Sentra produksi apel di Indonesia adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jawa Timur.
Tanaman apel di daerah ini telah berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini (Kurniawan 2017). Kota Batu dan kecamatan Puncokusumo memiliki ketinggian yang tidak jauh berbeda, kedua tempat tersebut memang ideal untuk lahan perkebunan tanaman apel mengingat letaknya diketinggian, dengan udara yang dingin (suhu udara rata-rata sekitar 22˚C), dan memiliki tanah dari material vulkanik yang subur dengan pH tanah antara 6-7 (Sellitasari et al. 2013).
Produksi buah apel pada tahun 2013 sebesar 255.245 ton dengan persentase 1,40%, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 242.915 ton dengan persentase 1,23%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa produksi buah apel dari tahun 2013 sampai 2014 terjadi penurunan. Penurunan produksi apel dikarenakan berbagai banyak faktor. Salah satunya yaitu teknik budidaya yang tepat, sehingga nantinya produksi buah apel semakin meningkat dan dapat memperkecil kegiatan mengimpor buah apel (Promosiana, 2014).
Budidaya apel di Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Hal yang perlu ditekankan agar produksi buah apel dapat meningkat yaitu dengan memberikan beberapa teknik pemeliharaan, seperti pengolahan tanah, pelengkungan cabang, perompesan, pemangkasan, pemupukan, penyiraman, pengapuran (apabila pH tanah terlalu asam), pengendaliam hama dan penyakit, pembungkusan buah, sanitasi, dan lain-lain. Teknik pemeliharaan pada TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan) tidak jauh berbeda. Perbedaan dari pemeliharaan tersebut yaitu terdapat tahapan ataupun teknik pemeliharaan pada tanaman belum menghasilkan, tetapi tidak dilakukan ditanaman menghasilkan. Pada tanaman belum menghasilkan pemeliharaannya lebih intensif, hal ini dikarenakan pada tanaman belum menghasilkan ini mudah ataupun rentan mengalami kematian dibandingkan dengan tanaman menghasilkan yang batang dan perakarannya sudah kuat.
Kandungan pada buah apel antara lain mengandung air, karbohidrat (terutama fruktosa), kalsium, fosfor, besi, kalium, vitamin A, B1, B2, B6 dan protein, lemak dan kalori. Setiap varietas memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Jenis buah ini dapat dikonsumsi secara langsung (segar) dan dapat diolah menjadi selai, jeli dan sari buah. Mengingat kandungan gizi yang dikandungnya jenis buah ini menjadi komersil utama. Nilai impor rata-rata apel setiap tahun (kurun waktu sepuluh tahun) mencapai 30% dari total nilai impor buah-buahan secara keseluruhan (Pinto et al. 2012). Untuk memperkecil nilai impor pada buah apel maka dilakukan teknik dan pengelolaan budidaya yang baik agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RIHLATIN NUR ENDI ROHMAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PEROMPESAN;PEMANGKASAN;PEWIWILAN;PENJARANGAN;TANAMAN APEL
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 12:50
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20891

Actions (login required)

View Item
View Item