TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (275kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Refrenches.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (134kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5751-100311100042_Appendic.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah yang bisa dikonsumsi dalam bentuk segar dengan pola pertumbuhan indeterminate (buah bisa dipanen berkali-kali) . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun akibat pemberian pupuk anorganik dan pupuk organik pada tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan pada akhir musim hujan di Desa Lenteng Kabupaten Sumenep pada bulan Maret-Juni 2014 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan terdiri dari pemberian pupuk ː urea (P1), abu dapur (P2), kotoran sapi (P3), urea dan abu dapur (P4), urea dan kotoran sapi (P5), abu dapur dan kotoran sapi (P6). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Metode Ortogonal Kontras. Pupuk anorganik (P1) menghasilkan panjang tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, bobot basah buah, bobot kering total lebih tinggi dibandingkan pupuk organik (P1, P2, P3). Pupuk anorganik (P1) menghasilkan panjang buah, bobot basah buah lebih tinggi di bandingkan pupuk campuran anorganik dan organik (P4, P5). Pupuk campuran anorganik dan organik (P4, P5) menghasilkan panjang tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah, bobot basah buah, bobot kering total lebih tinggi dibandingkan pupuk organik (P2, P3). Pupuk campuran organik (P6) menghasilkan diameter buah yang lebih tinggi dibandingkan pupuk organik (P2, P3). Pupuk campuran anorganik dan organik (P4) menghasilkan jumlah daun lebih tinggi dibandingkan pupuk campuran anorganik dan organik (P5). Pupuk campuran anorganik dan organik (P4, P5) menghasilkan panjang tanaman, jumlah buah, panjang buah, bobot basah buah, bobot kering total lebih tinggi dibandingkan pupuk campuran organik (P6).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MASYKUROTIN AFIFAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | mentimun,pupuk anorganik,pupuk organik |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2087 |
