TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (394kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (74kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (101kB)
TRUNOJOYO-KP-18490-170311100020-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
Abstract
Kebutuhan terhadap produk pertanian semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Bahan pangan yang tersedia harus mencukupi kebutuhan masyarakat. Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan penting dan mendapat prioritas untuk dikembangkan karena bernilai ekonomi tinggi serta mempunyai potensi untuk mendukung diversifikasi pangan. Menurut Samadi (2007) kentang merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat untuk meningkatkan energi dalam tubuh. PUSDATIN (2015) menunjukkan data konsumsi kentang Indonesia setiap tahun, pada tahun 2011 sebesar 1564 kg/kapita/tahun, menurun di tahun 2012 sebesar 1480 kg/kapita/tahun, tahun 2013 meningkat menjadi 1564 kg/kapita/tahun, tahun 2014 turun kembali menjadi 1476 kg/kapita/tahun dan peningkatan cukup tinggi pada tahun 2015 menjadi 2294 kg/kapita/tahun. Peningkatan konsumsi kentang ini menandakan bahwa produksi kentang perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas agar ketersediaan terjaga.
Produksi kentang di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2011 ke tahun 2014 dan mengalami penurunan di tahun 2015 ke tahun 2017. Badan Pusat Statistik (2017) menunjukkan produksi kentang nasional meningkat dari tahun 2011 sebesar 0.95 juta ton, tahun 2012 sebesar 1.9 juta ton, tahun 2013 sebesar 1.12 juta ton, tahun 2014 sebesar 1.34 juta ton, tahun 2015 1,21 juta ton, tahun 2016 1,20 juta ton, dan tahun 2017 1,16 juta ton. Produksi kentang nasional mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan nilai sebesar 1.16 juta ton. Produksi kentang nasional yang menurun merupakan hal yang harus diperhatikan. Salah satu penyebab menurunnya produksi kentang adalah kualitas bibit yang kurang baik. Menurut Pitojo (2004) petani kentang selama ini lebih banyak menggunakan umbi kentang bibit berukuran kecil sampai sedang yang diproduksi sendiri dari generasi sebelumnya dan tidak menggunakan bibit yang berkualitas tinggi.
Rendahnya rata-rata produktivitas kentang nasional dipengaruhi antara lain oleh masih terbatasnya penggunaan bibit kentang bermutu oleh petani. Sebagian besar petani menggunakan bibit umbi kentang dari generasi berikutnya, yaitu hasil panen yang dimanfaatkan sebagai bibit. Kondisi tersebut disebabkan oleh mahalnya harga bibit kentang bermutu, sementara harga kentang konsumsi relatif rendah. Menurut Nuraini (2016) rendahnya produktivitas disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kuantitas benih kentang, kurangnya benih kentang bermutu, pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang yang masih kurang, dan masih terbatasnya kultivar kentang yang sesuai untuk kebutuhan pasar dan lingkungan tumbuh.
Sampai saat ini, jumlah pengusaha dan penangkar bibit kentang masih terbatas. Terbatasnya jumlah penangkar benih kentang mengakibatkan kebutuhan benih kentang belum dapat tercukupi. Hal tersebut mengakibatkan budidaya kentang tidak dapat dilaksanakan dengan baik sehingga produktivitas kentang menunjukkan hasil yang rendah. Penangkar yang diperbolehkan untuk melaksanakan penangkaran bibit adalah lembaga penelitian, universitas, dan balai benih yang telah mampu dan diberi kewenangan, dan perusahaan swasta yang telah terakreditasi karena memenuhi persyaratan. Kegiatan penelitian bertujuan mempelajari kegiatan budidaya kentang serta mengetahui pembibitan kentang yang dilakukan, peningkatan produksi dengan upaya pemangkasan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD RAFI’ IKBAR AL - RASYID |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PERBANYAKAN;TANAMAN KENTANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20603 |
