TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Abstract.pdf
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Chapter1.pdf
Download (171kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (745kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (877kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37446-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (729kB)
Abstract
Gastropoda merupakan biota pemakan detritus (detritus feeder) yang dinilai dapat memberikan gambaran kondisi suatu lingkungan perairan. Kelimpahan gastropoda pada suatu perairan dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah bahan organik total. Analisis mengenai bahan organik total ini penting dilakukan karena bahan organik merupakan sumber makanan bagi gastropoda. Penelitian ini dilakukan di dua stasiun dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies apa saja yang ditemukan di stasiun penelitian, mengetahui kelimpahan, kepadatan, dan struktur komunitas gastropoda, mengetahui perbedaan nilai %BOT dan kepadatan gastropoda pada stasiun yang berbeda serta mengetahui pengaruh %BOT terhadap kepadatan gastropoda. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode kombinasi dari transek garis dan dan transek kuadrat dengan ukuran 1x1 m2. Gastropoda yang diambil adalah infauna dan epifauna. Pengujian BOT dilakukan dengan menggunakan metode Loss of Ignition (LOI) dan untuk mengetahui pengaruh BOT terhadap kepadatan gastropoda adalah dengan melakukan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah didaptkan 6 spesies gastropoda, dan menyatakan bahwa stasiun II memiliki spesies yang lebih beragam. Spesies gastropoda infauna memiliki presentase yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan gastropoda epifauna. Spesies yang berhasil ditemukan di ketiga stasiun adalah Cerithidea cingulata, Clypeomorus concisus, dan Clypeomorus moniliferus. Spesies Cerithidea cingulata dapat dijadikan sebagai bioindikator untuk mengindikasi adanya bakteri coliform. Indeks keanekaragaman gastropoda menunjukkan nilai yang masuk dalam kategori rendah di kedua stasiun. Indeks keseragaman gastropoda menunjukkan nilai yang masuk dalam kategori rendah hingga sedang. Indeks dominansi gastropoda menunjukkan nilai yang masuk dalam kategori tinggi di kedua stasiun dengan didominasi oleh spesies Cerithidea cingulata. Hasil perhitungan ketiga indeks tersebut mengartikan bahwa kondisi lingkungan di kedua stasiun dalam kondisi tidak stabil. Kandungan %BOT pada kedua stasiun menunjukkan nilai yang masuk dalam kategori sedang. Hasil analisis regresi linier menyatakan bahwa pengaruh %BOT terhadap kepadatan gastropoda dikategorikan sangat lemah dan tidak berarti karena nilai R² tergolong sangat kecil.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALYA PUTRI ARIYANTI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Wilayah Pesisir; Struktur Komunitas Gastropoda; Bahan Organik Total (BOT) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20590 |
