TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (719kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (538kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Chapter1.pdf
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37435-Abstract.pdf
Download (149kB)
Abstract
Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki produktivitas paling tinggi dibandingkan dengan ekosistem lain dengan dekomposisi bahan organik bahan organik yang tinggi. Gastropoda merupakan biota yang berinteraksi langsung dengan ekosistem mangrove sebagai habitat hidupnya untuk tempat berlindung, memijah dan sebagai daerah mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kerapatan vegetasi mangrove dengan kepadatan gastropoda di kawasan ekowisata mangrove Pulau Mengare, Kabupaten Gresik. Kawasan ini memiliki potensi ekologis tinggi sebagai habitat mangrove dan gastropoda, namun menghadapi tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia dan abrasi. Metode penelitian meliputi pengambilan data di tiga stasiun dengan kerapatan mangrove berbeda (rapat, sedang, jarang), menggunakan transek dan plot pengamatan 10×10 m untuk mangrove dan 1×1 m untuk gastropoda. Parameter yang diamati meliputi jenis dan jumlah spesies mangrove serta gastropoda, tutupan kanopi, kepadatan individu, dan kualitas perairan. Total ditemukan 10 spesies mangrove dan 16 spesies gastropoda dengan variasi distribusi antar stasiun. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan negatif antara kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda. Stasiun dengan kerapatan mangrove sedang cenderung memiliki kelimpahan gastropoda lebih tinggi. Sedangkan stasiun dengan kerapatan mangrove jarang menempati posisi kedua kelimpahan gastropoda terbanyak. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan jumlah jenis spesies mangrove yang ditemukan, jenis substrat, dan faktor lingkungan lain. Temuan ini menegaskan pentingnya konservasi hutan mangrove dalam menjaga keberlanjutan ekosistem gastropoda, sekaligus mendukung pengelolaan ekowisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Pulau Mengare.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ISNA ADILA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Mangrove; gastropoda; kepadatan; ekosistem pesisir; Pulau Mengare |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:31 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20551 |
