TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (354kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Bab 1.pdf
Download (101kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (813kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (96kB)
TRUNOJOYO-KP-18473-170311100035-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berasal dari negara beriklim sedang. Berawal dari kawasan Asia Barat dan Amerika, tanaman ini kemudian meluas keberbagai negara. Daerah penyebaran tanaman selada diantaranya adalah Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah dan Afrika Barat, serta Filipina (Splisttstoesser,1984).
Pembudidayaan tanaman selada hijau meluas ke negara-negara yang beriklim sedang maupun panas dibelahan dunia. Beberapa negara yang menaruh perhatian besar terhadap tanaman selada mengembangkan dan menciptakan varietas selada unggul diantaranya; Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika dan Belanda. Tanaman ini beradaptasi paling baik dan banyak sekali ditanam pada lokasi iklim sedang. Dibeberapa negara, konsumsi selada cukup besar untuk memberikan kontribusi gizi secara nyata. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton per tahun, yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Selada hijau banyak dimanfaatkan sebagai tanaman sayuran yang dapat digunakan untuk salad, lalap atau sayuran hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan diantaranya dapat menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Sayuran ini mengandung air yang kaya karbohidrat, serat dan protein. Jumlah kandungan gizi selada adalah Energi: 15 kkal, Protein: 1,2 g, Lemak: 0,2 g, Karbohidrat: 2,9 g, Kalsium: 22 mg, Fosfor: 25 mg, Zat Besi: 1 mg, Vitamin A: 540 UI, Vitamin B1: 0,04 mg dan Vitamin C: 8 mg (Novriani, 2014). Selada (Lactuca sativa L.) juga merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Selada umumnya dikonsumsi mentah atau lalap, dibuat salad atau disajikan dalam berbagai bentuk masakan. Konsumsi selada di Indonesia pada tahun 2005 ialah 35,30 kg kapita-1 tahun-1, sedangkan tahun 2006 mencapai 34,06 kg kapita-1 tahun-1. Pada tahun 2010 produksi selada sebesar 41,111 ton tahun-1 dan menurun pada tahun 2015 yaitu sebesar 39,289 ton tahun-1 (BPS, 2016). Laju pertumbuhan produksi sayuran selada di Indonesia berkisar antara pada tahun 2010-2015 yaitu 5,19-6% tahun-1, tetapi produksi nasional selada masih lebih rendah dari konsumsi yakni sebesar 35,30 kg kapita-1 tahun-1. Sementara berdasarkan data dari Dirjen Pemasaran Internasional PPHP 2010, volume impor selada tahun 2015 sebesar 21,1 ton sehingga terdapat peluang peningkatan produksi agar mampu memenuhi tingkat konsumsi selada nasional.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IKA APRILIA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK BUDIDAYA;SELADA HIJAU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20530 |
