TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (694kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (82kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
TRUNOJOYO-KP-18472-170311100045-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (917kB)
Abstract
Menurut Direktorat Perbenihan Hortikultura (2014) bahwa benih adalah sarana utama hortikultura yang tidak dapat digantikan oleh sarana lain. Oleh sebab itu, penggunaan benih bermutu merupakan suatu keharusan. Untuk memperoleh benih bermutu tidaklah mudah, karena prosesnya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalam benih itu sendiri maupun faktor di luar benih (lingkungan).
Salah satu faktornya yaitu masih rendahnya perhatian terhadap benih. Seolah- olah benih itu hanya merupakan sekumpulan biji yang dapat diambil atau diperoleh dimana saja dan kapan saja kemudian ditanam, tanpa memperhatikan apa makna dari benih. Apabila orang sudah mengetahui dan memahami apa makna benih, tentunya orang tidak akan gegabah mengambil biji tanaman sembarangan untuk disamakan dengan benih. Secara filosofis sudah jelas bahwa biji tidak harus memiliki daya hidup (viabilitas), sedangkan benih mutlak harus memiliki daya hidup karena akan ditanam kembali (Sudjindro, 2009).
Selain rendahnya perhatian terhadap benih, faktor untuk memperoleh benih buncis bermutu yaitu teknik budidaya. Permasalahan teknik budidaya umumnya banyak dijumpai pada faktor pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Pemeliharaan tanaman pada umumnya terkendala oleh keterbatasan pupuk dan kelebihan atau kekurangan air. Sedangkan dalam hal panen dan pascapanen sering terkendala oleh keterbatasan peralatan panen dan prosesing benih. Kadangkala juga terkendala adanya hujan yang tiba-tiba turun pada saat benih sudah kering di lapangan atau justru pada saat penjemuran (Sudjindro, 2009). Menyediakan benih buncis bermutu perlu teknik budidaya yang baik dan benar, pemilihan teknologi yang tepat, penggunaan benih yang baik, dan pemeliharaan yang tepat.
Budidaya tanaman buncis tentunya harus menggunakan varietas unggul yang memiliki benih yang baik dan benar. Untuk pengembangan suatu komoditas harus menggunakan varietas yang sudah dilepas oleh pemerintah. Selain itu benih yang akan digunakan harus baik dan benar. Benih yang baik adalah benih yang memiliki mutu fisik dan fisiologis yang tinggi artinya, benih tersebut secara fisik bersih, tidak cacat, ukurannya seragam, warna seragam, dan secara fisiologis memiliki viabilitas yang tinggi (daya berkecambah dan vigor). Benih dikatakan benar apabila benih tersebut memiliki mutu genetik tinggi, artinya benih tersebut harus murni dan jelas identitasnya sesuai dengan deskripsi varietas tersebut (Sudjindro, 2009).
CV. Aura Seed Indonesia merupakan salah satu perusahaan benih yang telah menghasilkan bermacam-macam varietas unggul tanaman hortikultura salah satu varietas unggul yaitu tanaman buncis varietas Mustika. Lokasi CV. Aura Seed Indonesia terletak di wilayah yang cocok dengan syarat tumbuh tanaman buncis, ketersedian lahan yang luas, tempat yang strategis serta fasilitas yang lengkap dapat mendukung teknik budidaya tanaman buncis hingga menghasilkan varietas benih yang unggul. Dilihat dari permasalan di atas maka penulis bertujuan untuk mempelajari kegiatan budidaya untuk produksi benih tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) di CV. Aura Seed Indonesia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SHADRINA ZATA G. A. |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA;BUNCIS;PRODUKSI BENIH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20528 |
